Dolar AS Melemah, Harga Emas Menguat di Tengah Perubahan Sikap Pasar pada The Fed

Pelemahan dolar AS mendorong harga emas dan sejumlah logam mulia lain menguat pada awal perdagangan Asia. Emas spot naik 0,54 persen menjadi US$ 4.403,51 per ons troi, sementara perak, platinum, dan palladium juga bergerak di zona positif.

Penurunan 0,1 persen pada Indeks Dolar AS membuat komoditas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Faktor tersebut memberi dukungan langsung terhadap minat pasar pada emas.

Reli Meluas ke Berbagai Logam Mulia

Kenaikan tidak terbatas pada pasar emas fisik. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,5 persen menjadi US$ 4.459,61 per ons troi, sebagaimana dilaporkan Investor Daily.

Perak mencatat penguatan 1,64 persen menjadi US$ 65,78 per ons troi. Platinum meningkat 1,76 persen menjadi US$ 1.749,15, sedangkan palladium bertambah 0,75 persen menjadi US$ 1.318 per ons troi.

InstrumenPerubahanHarga per Ons Troi
Emas spotNaik 0,54%US$ 4.403,51
Emas berjangka AS DesemberNaik 0,5%US$ 4.459,61
Perak spotNaik 1,64%US$ 65,78
PlatinumNaik 1,76%US$ 1.749,15
PalladiumNaik 0,75%US$ 1.318

Pasar Mengurangi Perkiraan Pengetatan

Perhatian investor kini mengarah pada perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. CME FedWatch Tool mencatat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di 33 persen, turun dari 47 persen pada bulan sebelumnya.

Penurunan perkiraan itu muncul setelah nonfarm payrolls Juli dilaporkan melemah secara tidak terduga. Data inflasi konsumen pada pekan sebelumnya juga menunjukkan tekanan yang relatif terkendali.

Perubahan tersebut penting bagi pasar emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Saat peluang suku bunga yang lebih tinggi mengecil, biaya peluang memegang emas dapat berkurang dibandingkan instrumen yang menawarkan bunga.

Risalah The Fed Akan Diuji Pasar

Risalah rapat The Fed yang dijadwalkan terbit pada Rabu mendatang akan menjadi perhatian berikutnya. Pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai pandangan bank sentral AS terhadap arah kebijakan beberapa bulan mendatang.

Sinyal dovish dapat menopang emas jika diikuti pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, pandangan hawkish berpotensi membatasi reli logam mulia.

Situasi geopolitik juga berada dalam radar investor. Utusan Presiden AS Donald Trump bertemu mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo untuk mengupayakan rencana perdamaian Gaza.

Pembelian Fisik di Asia Masih Terbatas

Meski harga global menguat, permintaan fisik di sejumlah pasar Asia belum menunjukkan arah yang sama. Diskon emas di India melebar ke level tertinggi dalam dua bulan akibat lemahnya konsumsi domestik.

Pembelian emas di China juga masih terbatas. Kondisi ini menempatkan pergerakan dolar, imbal hasil obligasi, risalah The Fed, serta permintaan India dan China sebagai faktor penting bagi arah pasar selanjutnya.

Baca Juga