Bank menghadapi dilema ketika biaya dana meningkat, tetapi bunga kredit perlu dijaga agar tidak naik terlalu cepat. Pilihan tersebut terlihat pada menyusutnya net interest margin atau NIM industri perbankan pada Juni 2026.
OJK mencatat NIM perbankan berada di level 4,34% pada Juni 2026, turun dari 4,48% pada Juni 2025. Penurunan ini terjadi ketika bunga dana pihak ketiga meningkat lebih cepat daripada bunga yang dikenakan pada kredit.
Penahanan bunga kredit dipandang penting untuk menjaga biaya pinjaman tetap cenderung stabil. Dengan demikian, penyaluran kredit diharapkan masih mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selisih Bunga Makin Terbatas
Bunga DPK merupakan imbal hasil yang dibayarkan bank atas dana masyarakat yang dihimpun. Saat bunga ini naik, biaya dana bank bertambah dan langsung memengaruhi ruang pendapatan bunga bersih.
Pendapatan bunga bank berasal dari penyaluran kredit, sedangkan biaya bunga terutama berkaitan dengan penghimpunan dana. Margin menyempit apabila biaya dana bertumbuh lebih cepat daripada pendapatan dari bunga kredit.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan perbedaan laju kenaikan tersebut menjadi penyebab tekanan terhadap profitabilitas bank. Menurutnya, peningkatan bunga DPK melampaui kenaikan bunga kredit.
“Adapun peningkatan suku bunga DPK lebih cepat dibandingkan kredit, sehingga memicu penurunan gap suku bunga yang berdampak pada profitabilitas perbankan,” kata Dian. Keterangan itu dikutip finansial.bisnis.com pada Senin, 17 Agustus 2026.
| Periode | NIM Perbankan | Pergerakan |
|---|---|---|
| Juni 2025 | 4,48% | Level pembanding |
| Juni 2026 | 4,34% | Turun 0,14 poin persentase |
Tekanan Tidak Sama di Setiap Bank
Besarnya margin bunga bersih tidak hanya dipengaruhi pergerakan BI Rate. OJK menilai kondisi ekonomi dan sejumlah faktor internal industri ikut menentukan besaran margin perbankan.
Struktur kredit menjadi salah satu faktor yang membedakan kondisi setiap bank. Permintaan kredit atau pembiayaan juga menentukan seberapa besar ruang bank untuk menyalurkan dana dengan tingkat bunga tertentu.
Persaingan antarbank turut berperan dalam penetapan bunga simpanan dan kredit. Dalam situasi persaingan dana yang ketat, bank dapat menghadapi kebutuhan lebih besar untuk menjaga daya tarik produk simpanan.
Struktur pemilik dana juga berpengaruh karena pemilik dana tertentu memiliki daya tawar terhadap bunga yang ditawarkan bank. Karena itu, peningkatan biaya dana tidak selalu terjadi dengan besaran yang sama di seluruh bank.
Selain faktor pendanaan, profil risiko bank dan nasabah ikut memengaruhi pembentukan margin. Perbedaan karakteristik portofolio kredit dan risiko membuat dampak penurunan NIM dapat bervariasi.
OJK Menilai Kondisi Tetap Terkendali
Walaupun tren NIM menurun, OJK menyatakan profitabilitas perbankan masih sangat baik. Regulator memperkirakan margin industri tetap sehat dan moderat seiring transmisi suku bunga yang dinilai efisien.
Perkembangan berikutnya akan ditentukan oleh arah bunga simpanan, bunga kredit, dan permintaan pembiayaan. OJK akan memantau industri perbankan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan serta profitabilitas bank dengan prinsip kehati-hatian.






