Mikel Arteta menegaskan pentingnya memberi kepercayaan kepada talenta akademi Arsenal saat Myles Lewis-Skelly dikaitkan dengan Manchester United dan Chelsea. Sikap itu menjadi penegasan bahwa perkembangan pemain muda tetap memiliki tempat penting dalam perencanaan skuad.
Lewis-Skelly baru saja memberi sinyal emosional melalui selebrasinya saat Arsenal menghadapi Como 1907. Pemain berusia 19 tahun itu membentuk simbol hati dan menepuk lambang klub setelah mencetak gol.
Pesan Arteta untuk Hale End
Arteta menilai kerja akademi tidak akan berarti banyak jika pemain berbakat tidak mendapat kesempatan bersama tim utama. Menurutnya, kepercayaan di level senior merupakan bagian penting untuk menjaga jalur perkembangan pemain.
“Ini luar biasa, inilah inti dari segalanya. Hale End melakukan pekerjaan yang luar biasa, tetapi jika Anda tidak memainkan talenta ini, tidak memberikan kepercayaan kepada talenta ini, itu akan hilang,” ujar Arteta.
Hale End merupakan sistem pembinaan yang melahirkan Lewis-Skelly sebelum ia menembus skuad utama Arsenal. Situasi pemain muda itu kini menarik perhatian karena bursa transfer musim panas 2026 masih berjalan hingga 1 September.
Manchester United dan Chelsea dikabarkan telah menerima tawaran untuk merekrut Lewis-Skelly. Arteta justru memandang ketertarikan klub lain kepada pemain Arsenal sebagai penanda positif bagi timnya.
“Emosional? Bagus bisa mencetak gol. [Dia] pemain yang sangat emosional. Saya ingat ketika dia melakukan aksi itu di lapangan. Ketertarikan pada pemain kami adalah pertanda baik,” kata Arteta.
Momen Penting Melawan Como
Lewis-Skelly mencetak gol ketika Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Como 1907 pada Selasa, 12 Agustus 2026. Ia memanfaatkan kesalahan Jean Butez untuk membawa Arsenal memimpin lebih dahulu.
Selebrasi setelah gol itu kemudian menjadi bagian paling menonjol dari penampilannya. Di tengah kabar perpindahan, gestur tersebut menunjukkan besarnya makna kesempatan bermain untuk pemain binaan klub.
Arsenal sedang menghadapi dua kebutuhan yang berjalan bersamaan pada musim panas ini. Klub perlu menambah kekuatan skuad, tetapi juga harus menjaga ruang berkembang bagi pemain yang datang dari akademi.
Opsi Baru di Lini Tengah
Pertandingan melawan Como turut memperkenalkan Bruno Guimaraes kepada pendukung Arsenal. Gelandang asal Brasil itu didatangkan dari Newcastle United dengan harga 75 juta poundsterling.
Guimaraes masuk pada awal babak kedua bersama Martin Odegaard dan Viktor Gyokeres. Ia tampil setelah hanya menjalani tiga sesi latihan bersama Arsenal.
Arteta menyebut Guimaraes terlihat baik dalam fase awal adaptasinya. “Mari kita lihat, dia baru menjalani tiga sesi latihan tetapi dia terlihat bagus,” kata manajer Arsenal tersebut.
Menurut Arteta, Guimaraes mendorong dirinya agar bisa tampil beberapa menit di hadapan pendukung baru. Sang manajer juga menilai hubungan antara pemain dan klub terbentuk dengan cepat.
Masuknya Bruno Guimaraes memberi Arsenal pilihan tambahan di lini tengah, tetapi perhatian terhadap Lewis-Skelly belum mereda. Arsenal kini bersiap menghadapi Manchester City dalam Community Shield pada Minggu mendatang sambil memantau dinamika bursa transfer.






