ALVA dan Gesits Dipilih Pemerintah, Anggaran Insentif Motor Listrik Disiapkan

ALVA dan Gesits menjadi dua merek motor listrik yang disebut pemerintah masuk sebagai penerima insentif. Pemerintah menyatakan anggaran untuk masing-masing merek telah disiapkan dalam proses pematangan kebijakan.

Informasi tersebut memberi gambaran awal mengenai produk yang akan terkait dengan program insentif motor listrik nasional. Namun, pemerintah belum mengungkap besaran insentif yang akan diterima kedua merek itu.

Pernyataan Airlangga di Tengah Penyusunan RAPBN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan nama kedua merek itu dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa skema insentif motor listrik masih terus dimatangkan.

“Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” kata Airlangga. Pernyataan itu menunjukkan pemerintah telah mengidentifikasi produk yang terkait dengan kebijakan dukungan kendaraan listrik tersebut.

MerekStatusKeterangan
ALVAPenerima yang disebut pemerintahAnggaran disiapkan dalam pematangan skema
GesitsPenerima yang disebut pemerintahAnggaran disiapkan dalam pematangan skema

CNN Indonesia memberitakan bahwa rincian nominal bantuan belum dijelaskan dalam keterangan tersebut. Pemerintah juga belum memaparkan bentuk pelaksanaan insentif bagi setiap produk yang disebutkan.

Insentif Terkait Target Produksi Satu Juta Unit

Penyebutan ALVA dan Gesits berada dalam konteks target pemerintah memperkuat produksi motor listrik di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana insentif bagi perusahaan Indonesia yang dapat membangun satu juta motor listrik produksi nasional.

Menurut Prabowo, dukungan itu akan diberikan kepada perusahaan Indonesia yang membangun motor listrik di dalam negeri. Fokus tersebut menunjukkan bahwa kebijakan tidak semata-mata diarahkan pada penjualan kendaraan listrik.

“Hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” ujar Prabowo. Pernyataan itu disampaikan dalam pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan.

Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut dapat membantu menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat. Sasaran lainnya adalah mengurangi konsumsi BBM impor dan memperbesar industri motor listrik nasional.

Ekosistem Baterai Ikut Menentukan

Airlangga menempatkan baterai sebagai salah satu perhatian awal dalam pengembangan ekosistem motor listrik. Aspek ini menjadi penting karena industri kendaraan listrik membutuhkan dukungan lebih luas daripada sekadar perakitan unit kendaraan.

Pemerintah juga menyoroti rantai pasok komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajual. Seluruh unsur itu disebut sebagai bagian dari industri yang ingin diperbesar melalui percepatan elektrifikasi mobilitas masyarakat.

Prabowo sebelumnya meresmikan motor listrik nasional buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA. Acara itu berlangsung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8).

Dalam peresmian tersebut, Prabowo memuji pelaku usaha swasta yang berani mengambil risiko memproduksi motor listrik nasional. Ia menyebut produsen lokal menghadapi persaingan dari motor listrik buatan China, Jepang, dan Korea Selatan.

Rencana insentif bagi ALVA dan Gesits menandai langkah pemerintah menghubungkan target produksi dengan penguatan industri nasional. Tahap berikutnya akan bergantung pada finalisasi skema, anggaran, dan kesiapan ekosistem pendukungnya.

Baca Juga