Keterbatasan alat menjadi salah satu hambatan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Mamuju Tengah. Persoalan ini muncul ketika 119 titik panas terdeteksi dan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kini merencanakan perpanjangan masa penanganan darurat selama 14 hari. Rencana itu menjadi bagian dari respons atas kekeringan, ancaman kebakaran lahan, dan tekanan terhadap ketersediaan air.
Pengendalian Belum Merata
Koordinator Satgas El Nino Sigit Dwihastono mengatakan tidak semua lokasi memiliki kemampuan yang sama untuk mengendalikan situasi. Perbedaan kesiapan sarana dan perlengkapan membuat sebagian wilayah masih sulit ditangani.
“Ada sebagian memang mampu, ada sebagian tidak mampu. Artinya ada terkendali, ada yang tidak terkendali atas alasan kekurangan alat,” kata Sigit Dwihastono.
Hambatan di lapangan mencakup sarana penunjang, perlengkapan pemadam, serta akses logistik menuju kawasan terdampak. Faktor-faktor tersebut ikut diperhitungkan dalam rencana memperpanjang masa darurat.
| Persoalan | Kondisi di Lapangan | Respons yang Disiapkan |
|---|---|---|
| Titik panas | 119 titik terdeteksi | Pengendalian kebakaran lahan |
| Peralatan | Belum memadai di sejumlah lokasi | Penanganan operasional lanjutan |
| Air bersih | Permintaan bertambah | Respons bagi daerah terdampak |
Hotspot Meningkat di Tengah Ancaman El Nino
Temuan 119 titik panas tercatat di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Jumat (14/8/2026). Kenaikan jumlah hotspot memperbesar risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di tengah ancaman El Nino.
Sigit menyatakan seluruh indikator ancaman bencana di wilayah operasi Satgas El Nino mengalami kenaikan. Titik panas dan permintaan air menjadi dua persoalan yang harus ditangani secara bersamaan.
“Ancaman kritis semua naik, titik hotspot juga naik. Kemudian permintaan air juga meningkat,” ujar Sigit Dwihastono.
Status Belum Dinaikkan
Status Darurat El Nino belum dinaikkan, meski masa penanganan darurat direncanakan bertambah dua pekan. Rencana tersebut disepakati dalam rapat evaluasi tim Satgas yang membahas kondisi memburuk di Mamuju Tengah.
Surat Keputusan baru terkait perpanjangan status dan langkah operasional dijadwalkan terbit pada 16 Agustus. Satgas akan menyiapkan tindak lanjut untuk pengendalian kebakaran dan pemenuhan kebutuhan air bersih sambil menunggu keputusan itu.
Dampak kondisi kering juga menjalar ke lahan pertanian lokal yang membutuhkan air. Penurunan kualitas udara serta minimnya air bersih turut memunculkan sejumlah penyakit di masyarakat.






