Hilangnya Akses MyKhas dan Kader Pergi, Ujian Soliditas PKR Makin Terbuka

Hilangnya akses portal alokasi khusus MyKhas bagi sejumlah anggota parlemen membuka ketegangan baru di tubuh Partai Keadilan Rakyat. Polemik itu muncul ketika PKR bersiap menggelar kongres tahunan setelah mencatat rangkaian hasil pemilu yang lemah.

Lima anggota parlemen PKR pada Sabtu menuding partai menyalahgunakan kekuasaan terkait persoalan tersebut. Perkara akses dana kemudian menjadi salah satu penanda bahwa tekanan partai tidak hanya datang dari arena pemilu, tetapi juga dari dalam organisasi.

Tiga anggota parlemen kehilangan akses

Rodziah Ismail, anggota parlemen Ampang, menjadi anggota parlemen PKR ketiga yang kehilangan akses MyKhas. Sebelumnya, mantan anggota parlemen Subang Wong Chen dan anggota parlemen Petaling Jaya Lee Chean Chung menghadapi situasi serupa.

TokohWilayahPerkembangan
Rodziah IsmailAmpangAnggota parlemen ketiga yang kehilangan akses MyKhas
Wong ChenSubangMengundurkan diri dari PKR dan bergabung dengan Bersama
Lee Chean ChungPetaling JayaSebelumnya kehilangan akses MyKhas

Anwar Ibrahim membela mekanisme MyKhas dengan menyatakan dana disalurkan langsung kepada institusi. Ia menegaskan dana itu tidak disalurkan melalui anggota parlemen dan mekanisme tersebut telah berjalan lama.

Penjelasan Anwar belum sepenuhnya meredakan persoalan di internal PKR. Wong Chen kemudian meninggalkan partai dan bergabung dengan Rafizi Ramli serta Nik Nazmi Nik Ahmad di Bersama.

Rafizi dan Nik Nazmi mengumumkan pengambilalihan Bersama dalam sebuah acara pada Mei. Wong Chen, Rodziah, dan Lee diketahui menghadiri acara itu, yang berpotensi mempertajam persaingan memperebutkan pemilih berorientasi reformasi.

Kongres setelah hasil pemilu melemah

Kongres PKR akan berlangsung di Melaka International Trade Centre, Ayer Keroh, pada Jumat (14/8). Forum itu digelar setelah partai hanya meraih tiga dari 36 kursi yang diperebutkan pada dua pemilu negara bagian terakhir di Johor dan Negeri Sembilan.

PKR juga tampil mengecewakan dalam pemilu Sabah pada November lalu. Rangkaian tiga hasil tersebut membuat pemulihan dukungan pemilih menjadi agenda mendesak bagi partai pimpinan Perdana Menteri Malaysia itu.

Kongres semula dijadwalkan berlangsung pada 26-28 Juni. Jadwalnya diundur untuk memberi waktu tambahan kepada mesin politik PKR dalam mempersiapkan pemilu Johor dan Negeri Sembilan.

Associate Professor Syaza Shukri dari International Islamic University Malaysia menilai perpecahan PKR telah semakin dalam. “Perpecahan itu sudah begitu buruk sehingga saya tidak berpikir kita sedang membicarakan bagaimana mempertahankannya tetap utuh, tetapi bagaimana mempertahankan satu faksi tetap utuh,” kata Syaza.

Syaza mempertanyakan apakah kongres akan menghasilkan evaluasi menyeluruh atas kemunduran elektoral tersebut. Ia memperkirakan PKR lebih mungkin memperkuat barisan di sekitar Anwar dan mengalihkan kesalahan kepada Umno.

Nurul Izzah dan dinamika koalisi

Nurul Izzah Anwar meminta mundur sebagai wakil presiden, sementara Dewan Pimpinan Pusat PKR memberinya cuti sementara setelah kongres. Fahmi Fadzil menolak anggapan bahwa keputusan itu mencerminkan ketidakstabilan, dan menyatakan Nurul Izzah tetap membuka kongres sayap perempuan serta pemuda.

Di luar PKR, DAP juga menggelar kongres nasional dengan sekitar 4.000 delegasi yang akan menentukan secara rahasia keberlanjutan para pemimpinnya di pemerintahan. Sekretaris Jenderal DAP Anthony Loke mengatakan komite eksekutif pusat tidak mengambil posisi dalam pemungutan suara itu.

PKR mulai membuka pembicaraan dengan Barisan Nasional untuk menghadapi pemilu negara bagian Melaka. Di tengah Konflik Internal PKR, partai itu juga dituntut menjawab keresahan kader akar rumput dan merebut pemilih Melayu tengah.

Baca Juga