Agregat 2-3 memaksa Rangers FC meninggalkan kualifikasi Liga Europa meski bermain di hadapan pendukung sendiri. Hasil imbang 1-1 melawan Jagiellonia Bialystok di Ibrox tidak mampu menutup defisit yang dibawa Rangers.
Lawrence Shankland sempat memberi jalan bagi kebangkitan melalui penalti pada menit ke-19. Akan tetapi, gol sundulan Nik Prelec pada babak kedua membuat Rangers kehilangan peluang untuk mengendalikan kembali nasib mereka.
Jagiellonia Menahan Tekanan di Ibrox
Rangers memasuki laga penentuan dengan kebutuhan untuk membalikkan keadaan agregat. Mereka mendapat dorongan awal ketika VAR meninjau insiden handball Yuki Kobayashi di kotak penalti.
Wasit kemudian memberikan penalti kepada tuan rumah. Shankland menuntaskan kesempatan itu dan membawa Rangers unggul 1-0.
Gol tersebut membuat suasana Ibrox kembali penuh harapan. Rangers terlihat memiliki momentum untuk menempatkan Jagiellonia Bialystok dalam tekanan lebih besar.
Namun, tim tamu tidak kehilangan ketenangan setelah tertinggal. Jagiellonia mampu menjaga permainan tetap terkendali hingga memperoleh peluang dari sisi lapangan pada babak kedua.
Anders Klynge mengirimkan umpan silang yang disambut Prelec dengan sundulan. Bola melewati Ivor Pandur untuk membuat kedudukan menjadi 1-1.
Penyama kedudukan itu mengubah perhitungan Rangers secara drastis. Mereka kembali tertinggal pada agregat dan tidak mampu menemukan respons gol hingga laga berakhir.
| Tim | Skor di Ibrox | Skor Agregat |
|---|---|---|
| Rangers FC | 1 | 2 |
| Jagiellonia Bialystok | 1 | 3 |
Catatan Sulit pada Awal Era McInnes
Hasil ini memperpanjang periode tanpa kemenangan Derek McInnes dalam empat pertandingan pertamanya sebagai pelatih Rangers. Kekalahan agregat tersebut hadir ketika tim sangat membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki suasana di dalam skuad.
McInnes sebelumnya menyadari bahwa hasil positif juga penting bagi para pendukung yang memenuhi Ibrox. “Semoga kami bisa memberikan sesuatu yang dapat didukung oleh para pendukung,” kata McInnes.
Ia menilai pemain harus memberi dorongan tambahan karena suporter sangat membutuhkan penampilan yang dapat mereka dukung. Harapan itu sempat terlihat saat Shankland mencetak gol pembuka, tetapi tidak bertahan hingga akhir pertandingan.
McInnes juga meminta timnya tidak bermain terlalu aman dalam usaha mengejar ketertinggalan. “Kami harus bermain dengan sedikit lebih berani mengambil risiko dalam permainan kami. Kami harus tampil tidak terlalu aman,” ujarnya.
Keberanian yang dimaksud tidak berarti Rangers harus menyerang tanpa rencana. McInnes menekankan perlunya serangan yang dibangun dengan tujuan dan struktur yang jelas.
“Kami dapat menyerang dengan tujuan dan maksud yang jelas tanpa harus bermain seperti lima menit terakhir selama 90 menit penuh,” kata McInnes. Pernyataan itu menggambarkan tantangan Rangers untuk menyeimbangkan agresivitas dan penguasaan permainan.
Jalur Eropa Belum Tertutup
Tersingkir dari Liga Europa membuat Rangers turun ke play-off Liga Konferensi. Mereka akan berhadapan dengan Jablonec dari Ceko pada leg pertama fase tersebut.
Pertandingan itu memberi Rangers kesempatan berikutnya untuk mengakhiri rangkaian hasil tanpa kemenangan. Sebelum laga Eropa tersebut, Rangers dijadwalkan menjamu St Mirren pada babak 16 besar Premier Sports Cup.
Jadwal melawan St Mirren menjadi ujian langsung bagi respons skuad setelah hasil mengecewakan di Ibrox. Rangers membutuhkan penampilan yang lebih efektif agar tekanan pada McInnes tidak semakin meningkat.






