RT 08 RW 04 Malaka Jaya di Duren Sawit, Jakarta Timur, membangun satu rangkaian fasilitas yang saling mendukung. Sampah dapur dapat menjadi pakan maggot, maggot menjadi pakan ternak, sementara energi surya menjalankan sejumlah peralatan lingkungan.
Model tersebut tidak berhenti pada pengelolaan limbah karena hasil budidaya ikan dan ayam dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Praktik itu mendapat Award for Excellence in Environmental Management dari International Board of Standards (IBS).
Penghargaan tersebut diberikan atas penilaian terhadap praktik pengelolaan lingkungan lintas yurisdiksi melalui aksi nyata. Ketua RT 08 Malaka Jaya, Taufiq Supriadi, menyebut peran RT penting dalam membangun perbaikan dari lingkup terdekat dengan warga.
| Program | Manfaat bagi Lingkungan | Data |
|---|---|---|
| Budidaya ikan | Pasokan protein warga | 42 meter, 500 lele dan 35 gurame |
| Energi surya | Menjalankan peralatan lingkungan | Hingga 10.000 watt |
| Pengawasan digital | Memantau keamanan | 16 titik CCTV |
1. Nol Sampah Organik
Pemilahan sampah telah diterapkan di RT 08 selama dua tahun sebelum Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 mewajibkan pemilahan dari sumber. Sampah organik kemudian diolah untuk budidaya maggot dan tidak lagi keluar dari kawasan ini.
Hasil budidaya maggot dipakai sebagai pakan ikan serta ayam petelur. Sisa panen berupa kepala dan jeroan lele dicacah lalu digunakan kembali untuk pakan maggot, sedangkan sampah nonorganik disalurkan ke bank sampah.
2. Ikan Gratis untuk Gizi Warga
Kolam Gizi Warga dibangun pada saluran air dengan rancangan bertingkat yang mempertahankan fungsi drainase. U-Ditch bagian bawah menjadi jalur aliran air, sementara bagian atas menjadi tempat air bersih untuk pemeliharaan ikan.
Saluran sepanjang 42 meter itu memelihara sekitar 500 ekor lele dan 35 ekor gurame, dengan sebagian gurame berada dalam akuarium kaca. Hasil lele, gurame, dan nila dapat diberikan kepada ibu hamil, lansia, serta balita yang mengajukan kebutuhan kepada pengurus.
3. Penampungan Air Hujan
Gentong yang tersambung jaringan pipa digunakan untuk menampung air hujan. Air tersebut dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di lingkungan RT 08.
Penampungan ini juga menyediakan air untuk membersihkan kotoran kucing liar di area permukiman. Sistem tersebut mengurangi volume air hujan yang langsung terbuang.
4. Biopori di Depan Rumah
Setiap kepala keluarga dipasang lubang biopori di depan rumahnya sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan. Lubang ini membantu pengomposan sampah organik dan mengurangi risiko genangan air.
Penerapan biopori juga disebut membantu mengurangi populasi tikus tanah. Dengan demikian, pengelolaan air dan bahan organik berlangsung lebih dekat dengan rumah warga.
5. Digitalisasi melalui RTOnline dan Website
Aplikasi RTOnline dan situs resmi RT 08 membuka akses warga terhadap informasi administrasi lingkungan. Informasi arus kas yang tersedia mencakup penerimaan, pengeluaran, saldo bulan berjalan, dana abadi, hingga total kas.
Layanan tersebut juga memuat penggunaan donasi dan mendukung validasi data bantuan sosial. Sebanyak 16 titik CCTV tersambung untuk pemantauan keamanan, sementara pengumuman kewaspadaan dapat disampaikan melalui speaker di gang.
6. Listrik Mandiri dari Panel Surya
Bantuan dana CSR perusahaan memungkinkan pemasangan panel surya di atas rumah warga dengan produksi listrik hingga 10.000 watt. Pasokan ini digunakan untuk pompa kolam ikan, sirkulator oksigen, penerangan jalan, dan mesin pencacah daun.
Mesin tersebut menghasilkan cacahan daun untuk alas kandang ayam petelur. Keterkaitan ini membuat energi yang tersedia turut mendukung pengelolaan ternak dan material organik.
7. Kandang Ayam yang Tidak Bau
Ayam petelur Lohmann Brown dipelihara untuk menghasilkan telur bagi kelompok warga prioritas. Telur yang diperoleh dari kandang dibagikan gratis kepada warga yang membutuhkan.
Kandang memiliki desain terbuka, sirkulasi udara yang baik, dan lorong untuk membantu pergerakan udara. Cacahan daun serta sisa organik digunakan sebagai alas kandang untuk mendukung pengendalian bau.






