Tubuh Sulit Pulih saat Tekanan Menumpuk, 5 Kebiasaan Ini Bisa Membantu

Tekanan yang datang dari pekerjaan, keluarga, dan kondisi finansial dapat terasa lebih berat ketika berlangsung dalam waktu lama. Dalam kondisi tersebut, tubuh dan pikiran membutuhkan kesempatan untuk kembali seimbang, bukan sekadar dorongan untuk terus bertahan.

Memberi jeda dari rutinitas menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan tanpa harus menunggu seluruh masalah selesai. Membaca, menjalani hobi, berjalan santai, atau menikmati waktu bersama keluarga dapat membantu menciptakan ruang pemulihan.

1. Jaga Tidur Tetap Cukup dan Teratur

Waktu tidur yang kacau dapat membuat proses pemulihan terasa semakin berat. Saat stres, ada orang yang sulit tidur, tetapi ada juga yang tidur lebih lama daripada kebiasaan sebelumnya.

Menjaga waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat membantu tubuh memiliki ritme istirahat. Setelah menjalani aktivitas seharian, tubuh tetap memerlukan waktu untuk berhenti dan memulihkan tenaga.

2. Tetap Aktif Bergerak

Gerak tubuh dapat dilakukan dalam bentuk yang sederhana dan sesuai kemampuan, tanpa harus berupa olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda, peregangan, serta olahraga lain yang terasa sesuai dapat menjadi pilihan.

Aktivitas fisik perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan setiap orang. Pilihan yang terlalu memaksa berisiko menjadikan aktivitas tersebut sebagai sumber tekanan baru.

3. Belajar Mengenali dan Mengekspresikan Emosi

Rasa marah, sedih, kecewa, takut, atau kewalahan tidak perlu terus-menerus diabaikan. Mengenali emosi yang sedang muncul dapat menjadi langkah awal untuk menyalurkannya dengan cara yang lebih sehat.

Jurnal, latihan pernapasan, relaksasi, dan mindfulness termasuk beberapa cara yang disebutkan untuk memberi ruang pada perasaan. Seseorang juga dapat berbicara kepada orang tepercaya tanpa kewajiban mengungkapkan semua persoalan yang dihadapi.

4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain

Keinginan untuk menjauh dari sekitar dapat muncul saat tekanan terasa terlalu besar. Meski demikian, dukungan sosial dapat membantu seseorang merasa tidak menghadapi situasi sulit seorang diri.

Berbicara dengan teman, keluarga, pasangan, atau orang yang dipercaya tidak selalu bertujuan mencari solusi. Kadang, kehadiran orang yang bersedia mendengarkan sudah cukup memberi ruang untuk menyampaikan emosi.

5. Berikan Waktu untuk Pulih

Waktu istirahat sering dianggap kurang penting ketika jadwal sedang padat. Padahal, jeda dapat membantu tubuh dan pikiran memperoleh kesempatan untuk pulih setelah menghadapi tekanan.

Pola makan seimbang juga termasuk bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol disebut sebagai langkah pendukung untuk merawat tubuh di masa penuh stres.

KebiasaanTujuanPilihan yang Dapat Dilakukan
Tidur teraturMenjaga ritme istirahatJadwal tidur dan bangun konsisten
Aktif bergerakMenjaga aktivitas fisikJalan kaki, bersepeda, peregangan
Mengenali emosiMenyalurkan perasaan sehatJurnal, relaksasi, pernapasan
Koneksi sosialMendapat dukunganBerbicara dengan orang tepercaya
Waktu jedaMemulihkan diriHobi, membaca, berjalan santai

dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, dari bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI menjelaskan bahwa otak dan tubuh merespons stres sebagai satu kesatuan. Stres dapat mengaktifkan hypothalamic-pituitary-adrenal atau sumbu HPA serta sistem saraf simpatis.

Respons tersebut memicu produksi hormon dan mediator stres, termasuk kortisol serta katekolamin. Pada stres akut, mekanisme ini merupakan respons normal yang membantu tubuh beradaptasi dengan keadaan menekan.

Masalah dapat muncul bila tekanan berlangsung berkepanjangan karena regulasi kortisol, keseimbangan sitokin, respons inflamasi, dan fungsi sel imun dapat berubah. Lahargo mengatakan kepada Kompas.com bahwa stres adalah bagian normal kehidupan, sedangkan kemampuan pulih setelahnya perlu dibangun.

Baca Juga