Sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri setelah gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur. Pemerintah mengerahkan bantuan pangan, kebutuhan dasar, serta tim lintas instansi menuju area terdampak.
Data BNPB hingga pukul 15.00 WIB juga mencatat 38 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sebanyak dua warga mengalami luka berat, sementara 11 orang lainnya mengalami luka ringan.
| Dampak Gempa | Data BNPB |
|---|---|
| Korban meninggal | 38 orang |
| Korban luka berat | 2 orang |
| Korban luka ringan | 11 orang |
| Pengungsi mandiri | 2.000 warga |
Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan 50.000 paket sembako sebagai bantuan awal untuk masyarakat terdampak. Logistik itu diberangkatkan menuju Maumere pada Sabtu (15/8/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bantuan tersebut berasal dari bantuan Presiden. “Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Teddy.
Fokus pada Layanan Warga
Distribusi sembako akan berjalan bersama penyiapan makanan, minuman, air bersih, tenda pengungsian, dan genset. Kebutuhan tersebut diprioritaskan untuk menopang kehidupan warga pada fase awal kedaruratan.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan pasokan logistik harus segera masuk ke wilayah bencana. “Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” ujarnya.
Pemerintah turut menyiapkan penggeseran stok dari gudang-gudang logistik di kawasan sekitar. Persediaan dari Flores Timur menjadi salah satu yang akan dimanfaatkan sementara.
Barang di gudang tersebut sebelumnya disiapkan untuk respons erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Suharyanto mengatakan stok yang masih tersedia akan dialihkan ke wilayah yang terkena gempa bumi.
“Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” kata Suharyanto. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan dasar dapat dipenuhi sembari pengiriman bantuan lain berlangsung.
Koordinasi Lintas Instansi
Presiden mengutus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Labuan Bajo dan Maumere. Kepala BNPB Suharyanto serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii juga masuk dalam tim yang diberangkatkan.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ikut dilibatkan dalam penanganan. Unsur PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog turut diterjunkan untuk membantu respons di lapangan.
Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dilaporkan mengalami dampak paling signifikan. Koordinasi di lapangan diperlukan agar penyaluran bantuan dan layanan publik dapat berjalan sesuai kebutuhan warga.
Teddy menyebut Presiden meminta seluruh jajaran bergerak cepat menangani bencana. Arahan itu mencakup upaya memastikan masyarakat terdampak menerima bantuan serta dukungan layanan dasar.
Pengerahan pejabat dan instansi tersebut diarahkan untuk mengawal penanganan dari distribusi hingga pemulihan layanan awal. Pasokan air bersih, perlindungan di pengungsian, pangan, dan listrik darurat menjadi bagian dari kebutuhan yang disiapkan pemerintah.






