Setelah Cedera Fatal di Ring, Tuntutan Keluarga Prichard Colón Masih Berjalan

Cedera otak permanen yang dialami Prichard Colón setelah pertarungan pada 2015 masih berujung pada sengketa hukum yang belum selesai di ruang publik. Keluarganya mengajukan tuntutan lebih dari US$50 juta dengan dugaan bahwa penanganan medis di arena berlangsung terlambat.

Perkara ini tetap penting karena menyangkut kebutuhan perawatan jangka panjang setelah Colón menjalani operasi otak darurat. Hingga ia wafat pada usia 33 tahun, belum ada putusan ataupun perdamaian bernilai lebih dari US$50 juta yang diumumkan secara resmi.

Dari Ruang Ganti ke Operasi Darurat

Colón bertanding melawan Terrel Williams pada 2015 dan menerima pukulan berulang sepanjang laga. Menurut tuduhan keluarganya, ia juga sempat menyampaikan keluhan sakit di bagian belakang kepala serta pusing.

Pertandingan tetap berlangsung, sementara keluarga menilai keluhan tersebut seharusnya menjadi tanda bahaya bagi petugas medis dan pihak yang mengawasi laga. Kondisi darurat baru terjadi setelah pertarungan berakhir.

Petinju Puerto Riko itu pingsan di ruang ganti sebelum dibawa ke rumah sakit. Pemeriksaan kemudian menemukan hematoma subdural berukuran besar, sehingga operasi otak darurat dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya.

Keluarga menghubungkan hematoma tersebut dengan dugaan keterlambatan dalam penanganan di lokasi pertandingan. Mereka berpendapat respons yang lebih cepat seharusnya dapat mengurangi dampak kerusakan otak permanen yang dialami Colón.

Siapa yang Masih Digugat

Gugatan yang diajukan sejak Mei 2017 awalnya mencantumkan beberapa pihak. Seiring perjalanan perkara, tuntutan terhadap promotor berhenti, sedangkan klaim terhadap dokter ring tetap berjalan.

Pihak yang DigugatPerkembangan StatusPosisi dalam Sengketa
Dr. Richard AshbyMasih menjadi tergugatDituding lalai menangani gejala Colón
DiBella EntertainmentDibebaskanPromotor tidak bertanggung jawab atas keputusan medis
Headbanger’s PromotionsDibebaskanPromotor tidak bertanggung jawab atas keputusan medis

Dr. Richard Ashby kini menjadi pihak yang paling disorot dalam perkara perdata ini. Keluarga menuduh dokter ring tersebut membiarkan laga berlanjut ketika gejala yang dialami Colón sudah perlu mendapat perhatian.

DiBella Entertainment dan Headbanger’s Promotions tidak lagi menjadi pihak yang menanggung tuntutan. Pengadilan menilai kedua promotor itu tidak dapat dimintai tanggung jawab atas keputusan medis dokter ring atau wasit.

Investigasi Tidak Menghentikan Gugatan

Regulator Virginia pernah melakukan investigasi independen terhadap insiden tersebut. Hasilnya tidak menemukan pelanggaran aturan resmi yang dilakukan tim dokter maupun pihak promotor.

Temuan itu berseberangan dengan posisi keluarga, tetapi tidak menutup jalan bagi gugatan perdata. Investigasi regulator dan penilaian kelalaian dalam perkara perdata dapat berjalan dengan dasar pertimbangan yang berbeda.

Perjalanan kasus juga sempat melewati pengadilan federal sebelum kembali ke Pengadilan Tinggi DC pada 2018. Hakim federal menyatakan syarat untuk memindahkan perkara ke tingkat federal tidak terpenuhi.

Putusan prosedural itu tidak menjawab apakah ada pihak yang lalai dalam penanganan Colón. Karena itu, perhatian perkara tetap berada pada dugaan keputusan medis di sekitar pertandingan.

Nilai tuntutan yang besar menunjukkan konsekuensi jangka panjang dari cedera yang dialami mantan petinju tersebut. Kasus ini masih menyisakan pertanyaan tentang batas tanggung jawab medis dan perlindungan keselamatan bagi petinju di atas ring.

Baca Juga