Tidur, Nutrisi, Mental Kini Setara, Cara Warga RI Menilai Sehat Berubah

Keinginan memperbaiki kualitas tidur hampir setara dengan perhatian terhadap pola makan di Indonesia. Dalam Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026, 49 persen responden ingin meningkatkan kualitas tidur dan 46 persen ingin memperbaiki kesehatan mental.

Angka tersebut menggambarkan perubahan cara masyarakat memaknai hidup sehat. Kebugaran fisik tetap penting, tetapi tidur dan kondisi emosional kini dipandang sebagai kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.

Prioritas terbesar responden masih berada pada kualitas nutrisi dan pola makan dengan persentase 50 persen. Selisih yang tipis di antara tiga aspek tersebut menunjukkan perhatian masyarakat tersebar pada berbagai dimensi kesehatan.

Prioritas PerbaikanPersentase Responden Indonesia
Kualitas nutrisi dan pola makan50 persen
Kualitas tidur49 persen
Kesehatan mental46 persen

Hidup sehat dipahami sebagai kebutuhan menyeluruh

Sebanyak 91 persen responden Indonesia menilai kesehatan holistik yang mencakup fisik, mental, dan emosional sebagai hal yang sangat atau amat penting. Selain itu, 85 persen responden menyatakan aspek tersebut lebih penting dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Survei Herbalife itu melibatkan lebih dari 10.000 responden dari 11 negara dan wilayah Asia Pasifik. Jumlah responden dari Indonesia mencapai 1.002 orang.

Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta kondisi psikologis dinilai saling berkaitan. Ketika salah satu bagian terganggu, kualitas hidup secara keseluruhan dapat ikut terdampak.

Penilaian terhadap kondisi pribadi responden juga cenderung positif. Sebanyak 77 persen menilai kesehatan fisik mereka baik atau sangat baik, diikuti kesehatan mental sebesar 74 persen dan kesejahteraan emosional sebesar 66 persen.

Aspek yang DinilaiBaik atau Sangat Baik
Kesehatan fisik77 persen
Kesehatan mental74 persen
Kesejahteraan emosional66 persen

Kesibukan menjadi tantangan rutin

Optimisme terhadap kondisi kesehatan tidak selalu berarti kebiasaan sehat mudah dijalankan setiap hari. Sebanyak 48 persen responden menyebut keterbatasan waktu sebagai hambatan terbesar, sedangkan 36 persen terkendala tuntutan pekerjaan.

Dalam evaluasi tiga tahun terakhir, 63 persen responden menyatakan kesehatan fisiknya membaik. Peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional masing-masing dilaporkan oleh 66 persen responden.

CNN Indonesia mencatat Indonesia termasuk salah satu negara dengan optimisme kesehatan pribadi yang tinggi di kawasan Asia Pasifik. Namun, konsistensi menjaga rutinitas tetap menjadi tantangan di tengah padatnya aktivitas.

Keluarga, teman, dan media sosial dinilai sebagai pihak yang paling membantu responden menjaga motivasi. Dukungan tersebut dianggap penting untuk mempertahankan perubahan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko menyatakan, “Kini, semakin banyak orang menyadari bahwa hidup sehat tidak hanya berarti aktif secara fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental, emosional, dan pola nutrisi secara seimbang.” Ia menilai nutrisi yang tepat, gaya hidup aktif, dan komunitas suportif dapat membantu kebiasaan sehat bertahan lebih lama.

Baca Juga