Target Daging Masih Tertinggal, Prabowo Siapkan Kloning Sapi dalam 5-6 Tahun

Indonesia telah menyatakan swasembada pada delapan komoditas pangan, tetapi daging sapi masih menjadi target yang belum tercapai. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan pemanfaatan kloning sapi untuk memperbesar populasi ternak dan mengejar kemandirian daging dalam lima hingga enam tahun.

Perbedaan kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan pasokan protein hewani masih menjadi tantangan tersendiri dalam program pangan nasional. Pemerintah juga mengakui bawang putih belum mencapai status swasembada.

KomoditasStatus yang Disampaikan Pemerintah
BerasSwasembada
JagungSwasembada
Gula konsumsiSwasembada
Daging ayamSwasembada
Telur ayamSwasembada
Bawang merahSwasembada
Cabai besarSwasembada
Cabai rawitSwasembada

Prabowo memaparkan rencana tersebut dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD. Pidato itu disampaikan dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, kebutuhan nasional memerlukan jumlah sapi yang besar. “Kita perlu sapi yang banyak. Dengan teknologi kloning, kita bisa memperbanyak populasi ternak kita,” ujarnya.

Pertambahan Ternak Menjadi Kunci

Rencana kloning sapi diposisikan sebagai salah satu cara untuk mengejar kebutuhan populasi ternak. Pemerintah masih harus membuktikan bahwa rencana tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertambahan sapi yang nyata dalam batas waktu yang telah ditetapkan.

Prabowo menegaskan daging sapi tetap masuk daftar pekerjaan pemerintah. Ia menyebut pencapaian swasembada daging diharapkan dapat terwujud dalam lima hingga enam tahun mendatang.

“Saudara-saudara, kita memang masih belum swasembada daging. Ini yang akan terus kita kerjakan dan InsyaAllah bisa kita capai dalam 5 hingga 6 tahun ke depan,” kata Prabowo.

Upaya meningkatkan produksi pangan sebelumnya juga dikaitkan dengan perombakan distribusi pupuk. Pemerintah memangkas 145 aturan birokrasi yang disebut selama ini membebani penyaluran pupuk kepada petani.

Pupuk Disebut Lebih Murah dan Lebih Tersedia

Prabowo menyatakan perubahan tersebut menekan harga pupuk hingga 20 persen. Pada saat yang sama, volume dan ketersediaan pupuk bagi masyarakat disebut bertambah.

“Untuk pertama kali dalam sejarah RI, harga pupuk turun dan pada saat yang sama pasokan volume ketersediaan pupuk untuk rakyat justru bertambah,” tegasnya. Pemerintah menilai akses pupuk yang lebih mudah ikut mendukung peningkatan produksi pertanian.

CNBC Indonesia melaporkan pemerintah juga menyebut swasembada beras tercapai lebih cepat dibanding target awal. Capaian itu sebelumnya ditargetkan dalam empat tahun, tetapi diklaim terealisasi dalam satu tahun pemerintahan.

Program peternakan tersebut berjalan dalam agenda ketahanan pangan yang lebih luas. Pemerintah menilai pasokan pangan nasional saat ini aman, meski risiko krisis pangan global dan ketidakpastian cuaca masih menjadi perhatian.

Keberhasilan target daging sapi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang disiapkan. Pemerintah perlu memastikan peningkatan populasi ternak dapat memenuhi kebutuhan nasional secara berkelanjutan dalam periode lima hingga enam tahun.

Baca Juga