Bukan Hanya Nikel, Studi Ekologi Menentukan Masa Depan Tambang Tanamalia

Rencana pengembangan tambang nikel Tanamalia tidak hanya ditentukan oleh kandungan mineral di bawah tanah. PT Vale Indonesia Tbk juga menunggu hasil studi ekologi dan kebencanaan sebelum melangkah lebih jauh dengan proyek di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya menilai apakah kegiatan tambang dapat dijalankan secara aman dan dengan dampak lingkungan yang ditekan. Proses ini membuat proyeksi operasi pada 2029 masih bersifat perkiraan, bukan kepastian.

Ekologi dan Kebencanaan Masuk Penilaian Utama

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah mengatakan perusahaan melakukan evaluasi risiko secara menyeluruh dalam pengembangan proyek tambang. Pendekatan itu juga diterapkan pada wilayah operasi Vale lainnya, termasuk Sorowako dan Bahodopi.

Menurut Budiawansyah, tingkat kematangan risiko menjadi salah satu unsur yang diperiksa selama proses pengembangan. Penilaian itu mencakup kebutuhan studi ekologi dan kebencanaan di area proyek.

“Jadi harus clear, kita lakukan studi ekologi, kita lakukan studi kebencanaan di situ,” ujar Budiawansyah, seperti dikutip CNBC Indonesia. Ia mencontohkan Sorowako sebagai wilayah yang memiliki risiko untuk dikaji melalui studi kebencanaan dan evaluasi pendukung lainnya.

Kajian serupa dilakukan sebelum proyek pertambangan di Bahodopi dikembangkan lebih lanjut. Bagi Tanamalia, hasil evaluasi risiko akan menjadi bagian penting dalam menentukan kelanjutan aktivitas penambangan.

Data Nikel Masih Dikumpulkan

Selain penilaian lingkungan dan risiko bencana, Vale masih mengumpulkan data kandungan nikel di Tanamalia. Data tersebut diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan terkait kelayakan pengembangan tambang.

Tanamalia direncanakan sebagai salah satu pengembangan tambang baru Vale. Namun, perusahaan belum menyampaikan keputusan akhir untuk memulai aktivitas penambangan di lokasi tersebut.

Proses pendetailan eksplorasi dijadwalkan masih berjalan pada 2027. Tahap itu meliputi studi eksplorasi tahap kedua serta pendetailan rancangan proyek.

“2027 tuh proses pendetailan eksplorasi ya, studi eksplorasi tahap 2 dan nanti ada pendetailan desain,” kata Budiawansyah. Ia menyebut kemungkinan awal operasi pada 2029 sebagai perkiraan perusahaan.

Masih dalam Tahap Pemilihan Alternatif

Informasi pada laman resmi Vale Indonesia menunjukkan Tanamalia Project kini berada dalam studi Front End Loading atau FEL 2. Sistem FEL digunakan perusahaan sebagai panduan manajemen dalam menyiapkan dan mengarahkan pengembangan proyek.

TahapFokus Pengembangan
FEL 1Kelayakan bisnis
FEL 2Pemilihan alternatif
FEL 3Rencana eksekusi

FEL 2 menandakan proyek masih berada dalam tahap pemilihan alternatif pengembangan. Tahap ini mendahului penyusunan rencana eksekusi yang ditempatkan pada FEL 3.

Penilaian FEL mencakup unsur teknis, ekonomi, lingkungan, dan bisnis. Karena itu, keberlanjutan Tanamalia akan ditentukan oleh gabungan hasil eksplorasi, rancangan proyek, dan evaluasi risiko.

Target operasi 2029 tetap menjadi arah yang diproyeksikan Vale. Kepastian jadwalnya masih menunggu penyelesaian rangkaian studi yang sedang dilakukan perusahaan.

Baca Juga