Pelemahan data ekonomi Amerika Serikat menekan indeks dolar AS dan mendorong penguatan rupiah pada Senin (17/8) pagi. Mata uang domestik dibuka di Rp17.792 per dolar AS, naik 35 poin atau 0,20 persen dari penutupan sebelumnya.
Pelaku pasar kini menunggu risalah pertemuan FOMC yang dijadwalkan terbit pekan ini. Dokumen tersebut menjadi perhatian karena dapat memberi petunjuk mengenai sikap The Fed terhadap kebijakan moneter.
Harapan terhadap Sikap Dovish
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan indikator ekonomi Amerika Serikat membentuk ekspektasi baru di pasar. Menurutnya, pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan nada dovish dari The Fed dalam risalah FOMC.
“Pelemahan data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed akan bernada dovish pada risalah pertemuan FOMC pekan ini,” ujar Lukman Leong. Harapan itu turut membantu mata uang Asia bergerak positif terhadap dolar AS.
Data inflasi produsen Amerika Serikat yang stabil pada pekan sebelumnya menjadi salah satu sentimen yang melemahkan dolar AS. Ketika indeks dolar AS melemah, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat berkurang.
Pergerakan dolar AS memiliki pengaruh penting karena digunakan sebagai pembanding utama di pasar valuta asing. Oleh sebab itu, pasar masih akan mencermati data ekonomi Amerika Serikat dan reaksi investor sepanjang hari.
Rupiah Melanjutkan Penguatan
Penguatan Senin pagi bukan menjadi pergerakan positif pertama bagi rupiah dalam dua perdagangan terakhir. Pada Jumat (14/8), rupiah telah ditutup menguat 0,22 persen ke posisi Rp17.820 per dolar AS.
| Perdagangan | Nilai Tukar | Catatan Perubahan |
|---|---|---|
| Jumat (14/8) | Rp17.820 per dolar AS | Menguat 0,22 persen |
| Senin (17/8) pagi | Rp17.792 per dolar AS | Naik 35 poin atau 0,20 persen |
Posisi Rp17.792 per dolar AS tercapai pada perdagangan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI. Mayoritas mata uang Asia juga tercatat bergerak menguat terhadap dolar AS pada waktu yang sama.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS hari ini. Rentang itu menunjukkan masih terbukanya perubahan nilai tukar selama perdagangan berlangsung.
Surat Presiden ke DPR
Pasar juga menaruh perhatian pada perkembangan domestik yang berkaitan dengan pimpinan Bank Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan adanya pengajuan beberapa surat presiden kepada DPR.
Pengajuan tersebut mencakup calon Gubernur Bank Indonesia serta calon Deputi Gubernur Senior. Prasetyo menyebut pemerintah telah berkomunikasi dengan DPR mengenai surat-surat itu.
“Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco,” kata Prasetyo Hadi. Dinamika tersebut menjadi bagian dari sentimen dalam negeri yang menyertai perhatian pasar terhadap arah dolar AS.
Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan didukung sentimen eksternal, terutama melemahnya dolar AS. Namun, pasar tetap akan menimbang sinyal The Fed dan perkembangan terkait Bank Indonesia sebelum menentukan arah berikutnya.






