Bukan Latihan Fisik Seragam, Shin Tae-yong Ukur Kondisi Tiap Pemain Persija

Shin Tae-yong memilih pendekatan individual dalam meningkatkan kebugaran pemain Persija Jakarta selama pemusatan latihan di Thailand. Beban tidak diberikan secara seragam karena staf pelatih lebih dahulu memetakan kondisi fisik setiap pemain.

Kemampuan fisik dasar, kekuatan otot, dan kadar lemak tubuh menjadi bagian dari pengukuran awal. Data tersebut dipakai untuk menentukan peningkatan intensitas yang sesuai tanpa memaksakan tubuh pemain bekerja terlalu drastis.

Pendekatan itu penting bagi Persija yang tengah membangun kesiapan untuk musim baru. Tim tidak hanya mengejar tenaga dalam waktu singkat, tetapi juga berupaya menjaga proses latihan tetap aman dari risiko cedera.

“Kami tidak memaksakan latihan secara drastis, melainkan meningkatkan fisik secara bertahap sambil membentuk kekuatan otot yang sesuai. Jadi, saya berharap tidak akan ada cedera selama TC di Thailand,” ujar Shin Tae-yong.

Fisik menjadi dasar sebelum taktik

Bagi Shin, kondisi tubuh yang kuat bukan sekadar kebutuhan untuk bertahan dalam latihan. Fisik dipandang sebagai fondasi agar pemain dapat menjaga fokus dan konsentrasi selama pertandingan berlangsung.

Ia menilai konsentrasi pemain dapat meningkat apabila mereka memiliki kebugaran yang memadai. Prinsip tersebut juga pernah menjadi bagian penting dari pendekatannya ketika menangani Timnas Indonesia.

“Dasar utama dalam sepakbola adalah fisik. Hanya jika memiliki fisik yang kuat, fokus dan konsentrasi pemain juga akan meningkat pesat. Oleh karena itu, saya menganggap hal tersebut sangat penting,” kata Shin melalui laman Persija.

Setelah fondasi kebugaran terbentuk, Persija dapat melanjutkan proses pematangan cara bermain. Tahapan ini relevan dengan rencana sang pelatih membentuk tim yang aktif bergerak dan memiliki mobilitas tinggi.

Sepuluh pemain selain penjaga gawang dituntut memperluas pergerakan serta saling menutup ruang ketika permainan berjalan. Tuntutan tersebut memerlukan stamina agar disiplin permainan tidak menurun sebelum pertandingan berakhir.

Dua sesi untuk dua kebutuhan tim

Selama agenda di Thailand, Persija membagi program latihan harian ke dalam dua sesi. Pagi hari digunakan untuk membentuk kekuatan otot dan fisik, sementara materi taktik diberikan pada sore hari.

WaktuMateriSasaran Persija
PagiPenguatan otot dan fisikMenambah fondasi kebugaran
SoreTaktik timMengembangkan cara bermain

Format tersebut membuat penguatan fisik berjalan beriringan dengan pembentukan pemahaman permainan. Persija membidik perbaikan pada dua aspek itu menjelang Super League 2026/2027.

Sport.detik.com melaporkan perhatian terhadap kebugaran sudah tampak sejak latihan perdana Persija pada Juli lalu. Shin sejak awal menilai gaya permainan yang ingin diterapkannya membutuhkan kondisi fisik dengan standar tinggi.

Pelatih asal Korea Selatan itu juga menekankan pentingnya daya juang dalam proses membangun tim. Ia merujuk atlet bulu tangkis Chou Tien Chen saat menjelaskan sikapnya dalam menjalani persiapan.

“Saya tetap all out. Saya belajar dari Chou Tien Chen saja lah. Ke mana pokoknya sikat. Latihannya di pertandingan,” tegas Shin. Pemusatan latihan di Thailand kini menjadi ruang bagi Persija untuk menyatukan ketahanan tubuh, mobilitas, dan rancangan taktik secara bertahap.

Baca Juga