Lebih dari satu dekade setelah tidak bisa memakai Donbas Arena, Shakhtar Donetsk berpeluang menemukan kandang Eropa baru di London. Klub Ukraina itu sedang membicarakan kemungkinan memakai Stamford Bridge, stadion yang menjadi markas Chelsea.
Peluang tersebut muncul ketika Chelsea tidak tampil dalam kompetisi Eropa pada musim ini. Situasi itu membuat penggunaan stadion untuk agenda Liga Champions Shakhtar tidak berbenturan dengan jadwal Eropa tuan rumah.
Menjawab Masalah Kandang Sejak 2014
Shakhtar tidak dapat menggunakan Donbas Arena di Donetsk sejak 2014 akibat konflik wilayah dengan Rusia. Sejak saat itu, kebutuhan akan venue alternatif menjadi bagian penting dari perjalanan klub dalam kompetisi domestik maupun Eropa.
Di Ukraina, Shakhtar menggelar pertandingan domestik di Kyiv dan Lviv. Untuk laga Eropa, mereka sebelumnya pernah berkandang di Jerman, Slovenia, serta Polandia.
Pemilihan kandang baru harus menjawab sejumlah kebutuhan sekaligus, mulai dari kesiapan stadion hingga akses bagi pendukung. Kapasitas penonton juga menjadi pertimbangan karena laga melawan klub-klub besar Eropa dapat menarik minat yang tinggi.
Stamford Bridge Menjadi Opsi Terdepan
Stamford Bridge dipandang sebagai pilihan paling menarik bagi Shakhtar karena mampu menampung sekitar 40 ribu penonton. Kapasitas itu memberi peluang lebih besar untuk memaksimalkan pemasukan tiket dalam pertandingan Liga Champions.
Namun, penggunaan stadion Chelsea belum dipastikan. Shakhtar masih menjalani negosiasi, sementara izin dari UEFA dan otoritas lokal tetap dibutuhkan sebelum rencana itu dapat diwujudkan.
| Pilihan Stadion | Pemilik | Posisi dalam Pertimbangan |
|---|---|---|
| Stamford Bridge | Chelsea | Pilihan favorit |
| Craven Cottage | Fulham | Pilihan alternatif |
| Gtech Community Stadium | Brentford | Pilihan alternatif |
Diaspora Ukraina Jadi Pertimbangan
London menawarkan nilai lain yang sulit diabaikan karena terdapat sekitar 32 ribu warga diaspora Ukraina di kota tersebut. Komunitas itu berpotensi menciptakan atmosfer dukungan yang lebih mendekati laga kandang bagi Shakhtar.
Craven Cottage milik Fulham dan Gtech Community Stadium milik Brentford juga masuk daftar pilihan. Seluruh opsi berada di London dan memiliki keuntungan serupa dari sisi kedekatan dengan komunitas Ukraina.
Hubungan dengan Chelsea Memperkuat Pembicaraan
Shakhtar dan Chelsea telah menjalin hubungan dalam beberapa tahun terakhir. Mykhailo Mudryk pindah dari Shakhtar ke Chelsea pada 2023, sementara kedua klub juga pernah mengadakan laga amal untuk Ukraina tiga tahun lalu.
Hubungan tersebut dinilai mendukung jalannya pembicaraan mengenai Stamford Bridge. Detik Sport melaporkan bahwa negosiasi masih berlangsung dan hasilnya bergantung pada persetujuan pihak-pihak terkait.
Jika semua izin diperoleh, Shakhtar dapat menjadikan London sebagai basis pertandingan Eropa mereka. Keputusan itu akan memberi klub sebuah pilihan kandang yang lebih dekat dengan pendukungnya meski tetap jauh dari Donetsk.






