Satu piring makanan pada hari sekolah disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai tenaga bagi anak untuk belajar dan tumbuh. Pesan itu disampaikan melalui kisah Kristina Beno, siswi kelas 6 SD dari Papua Selatan yang dihadirkan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026.
Prabowo menyatakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah membantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah. Anak petani tersebut menjadi contoh penerima manfaat yang diperlihatkan langsung kepada peserta sidang.
Nutrisi Dikaitkan dengan Aktivitas Sekolah
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa makanan bergizi tidak sekadar berkaitan dengan rasa kenyang. Ia mengaitkan kandungan protein dengan kebutuhan pertumbuhan badan, sel otak, tulang, dan otot anak.
“Setiap hari sekolah, satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar, protein untuk tumbuh badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat,” ujar Prabowo.
Ia mengakui makanan yang disalurkan melalui MBG mungkin dinilai sederhana oleh sebagian pihak. Meski demikian, pemerintah menempatkan asupan tersebut sebagai dukungan bagi kondisi fisik siswa saat mengikuti kegiatan belajar.
Kristina dipilih untuk menggambarkan pengalaman anak sekolah yang menerima makanan setiap hari belajar. Prabowo menggunakan kisah itu untuk menautkan pembahasan kebijakan pangan dengan perubahan aktivitas sehari-hari penerima program.
Dihadirkan dalam Sidang Bersama
Kristina hadir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sidang Tahunan MPR RI saat itu berlangsung bersamaan dengan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI.
Detik Finance menyebut Kristina merupakan anak petani yang kini duduk di kelas 6 sekolah dasar. Prabowo memperkenalkannya di depan anggota lembaga negara sebagai gambaran penerima bantuan pangan.
Langkah tersebut membuat pembahasan MBG tidak hanya disampaikan melalui penjelasan umum dalam pidato. Kehadiran Kristina memberi konteks pada klaim bahwa dukungan makanan dapat berkaitan dengan kebugaran, fokus, dan kehadiran anak di sekolah.
Pesan bagi Ibu Hamil dan Lansia
Prabowo juga menyebut ibu hamil serta warga lanjut usia ketika berbicara mengenai perhatian negara terhadap kebutuhan pangan. Pesan itu memperluas kelompok yang menjadi perhatian dalam penyampaiannya di sidang.
“Mereka kini punya masa depan yang lebih baik. Mari kita tepuk tangan dan semua di Indonesia, ibu ibu sedang hamil dan orang tua lanjut usia. Negara tidak akan tinggalkan kalian semua,” kata Prabowo.
Untuk anak sekolah, fokus yang dikedepankan ialah kecukupan makanan sebagai penunjang proses belajar dan tumbuh kembang. Kristina dari Papua Selatan ditempatkan sebagai contoh nyata dari sasaran program tersebut.






