Pasokan listrik di RSUD Bajawa tetap terkendali dan stabil di tengah pemulihan jaringan pascagempa magnitudo 7,7 di Laut Flores. Keandalan daya di rumah sakit menjadi perhatian utama karena layanan bagi pasien gawat dan korban gempa harus tetap berjalan.
Direktur RSUD Bajawa, Heronimus Due, menyatakan listrik yang stabil sangat menentukan keselamatan pasien. Kebutuhan tersebut mencakup pelayanan pasien perawatan intensif dan tindakan bedah darurat.
“Terima kasih untuk PLN. Sejak kejadian gempa hingga saat ini, kondisi kelistrikan rumah sakit tetap terkendali dan stabil,” ujar Heronimus.
Menurutnya, pasokan yang terjaga mendukung penanganan pasien dengan kondisi gawat janin serta korban patah tulang akibat gempa. Kesiagaan petugas di lapangan juga memberi dukungan penting terhadap kelangsungan pelayanan medis.
Layanan Vital Menjadi Prioritas
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memusatkan pemulihan pada fasilitas kesehatan, transportasi, dan titik publik penting. Prioritas itu dimaksudkan untuk menjaga layanan dasar masyarakat dan mendukung penanganan bencana.
Bandar udara turut masuk dalam daftar fasilitas yang didahulukan. Keandalan listrik di fasilitas transportasi diperlukan agar mobilitas layanan penting tidak terganggu lebih lama.
Upaya pemulihan juga mendapat tanggapan dari sektor akomodasi. Manager Blue Ocean Hotel, Lusiana Isabella Badik, menyampaikan apresiasi kepada petugas yang menjaga pasokan listrik di Flores.
Gardu Induk Pulih, Distribusi Masih Diperbaiki
Hingga pukul 18.30 WITA, seluruh 11 gardu induk yang terdampak telah berhasil dinormalkan. Pulihnya gardu induk menjadi dasar penting untuk menyalurkan listrik kembali ke wilayah yang terkena dampak gempa.
Sekitar 441 ribu pelanggan telah kembali memperoleh aliran listrik setelah proses pemulihan berjalan. Namun, pekerjaan di jaringan distribusi masih berlanjut karena sebagian fasilitas membutuhkan perbaikan bertahap.
| Komponen | Jumlah Terdampak | Kondisi Terkini |
|---|---|---|
| Gardu Induk | 11 unit | Seluruhnya telah normal |
| Gardu Distribusi | 3.478 unit | 2.723 unit telah beroperasi |
| Pelanggan | Wilayah terdampak | Sekitar 441 ribu kembali mendapat listrik |
Petugas melakukan penyisiran pada titik jaringan yang terkena longsoran maupun patahan tiang. PLN mengerahkan seluruh sumber daya ke lapangan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di area jaringan yang rusak.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menyatakan pekerjaan pemulihan akan diteruskan sampai sistem kembali pulih sepenuhnya. Fasilitas vital tetap menjadi fokus agar kebutuhan dasar masyarakat dan respons bencana dapat berjalan normal.
“Seluruh tim PLN bekerja tanpa henti di lapangan. Kami mengutamakan pemulihan fasilitas vital terlebih dahulu agar penanganan bencana dan layanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan normal,” tegas Eko dalam keterangan tertulis.
Jaringan distribusi yang terdampak longsoran dan tiang patah akan diperbaiki secara bertahap. Informasi kondisi kelistrikan dapat dipantau melalui aplikasi PLN Mobile atau melalui Contact Center PLN 123.






