Kepercayaan pasar terhadap calon pemimpin bank sentral bertumpu pada kemampuan menjaga kebijakan tetap kredibel dan independen. Dalam pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, rekam jejaknya di sejumlah lembaga menjadi faktor yang mendapat perhatian.
Pasar modal dan pelaku sektor keuangan merespons pencalonan tersebut secara positif. Penguatan tipis rupiah serta transaksi saham yang bergerak positif menjadi tanda awal penerimaan terhadap arah kepemimpinan Bank Indonesia berikutnya.
Kredibilitas Kebijakan Menjadi Sorotan
Prof Rosdiana Sijabat, Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, menilai tantangan bank sentral ke depan melampaui urusan nilai tukar dan inflasi. Bank Indonesia juga perlu memastikan independensi serta kredibilitas kebijakannya tetap terjaga.
“Tantangan Bank Indonesia ke depan bukan hanya bagaimana mengendalikan nilai tukar dan inflasi, tetapi juga bagaimana memastikan independensi dan kredibilitas kebijakan tetap terjaga,” kata Prof Rosdiana Sijabat. Kepercayaan pasar terhadap setiap respons kebijakan sangat berkaitan dengan dua unsur tersebut.
Kebijakan moneter perlu mampu menjawab dinamika ekonomi tanpa mengabaikan ekspektasi pelaku pasar. Koordinasi yang erat dengan pemerintah juga menjadi salah satu bagian dari tantangan kepemimpinan di bank sentral.
Perubahan kebijakan moneter internasional dan potensi perlambatan pertumbuhan global menambah kompleksitas pekerjaan tersebut. Karena itu, kemampuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi tetap menjadi ukuran utama yang akan dihadapi Bank Indonesia.
Pengalaman yang Dinilai Komplet
Rosdiana menilai latar belakang Destry cukup memadai untuk memimpin lembaga moneter nasional. Destry memiliki pengalaman di Bank Indonesia, sektor perbankan, sektor keuangan, perguruan tinggi, hingga Lembaga Penjamin Simpanan.
“Pengalaman beliau itu cukup komplet. Bukan hanya punya pengalaman di Bank Indonesia, tetapi juga pengalaman panjang di sektor keuangan dan perbankan, serta peneliti di perguruan tinggi hingga LPS,” ujar Prof Rosdiana Sijabat.
Pengalaman di Bank Indonesia memberikan pemahaman langsung mengenai tugas dan mekanisme kerja bank sentral. Sementara pengalaman pada lembaga dan bidang lain dinilai memperkaya sudut pandangnya terhadap persoalan ekonomi yang lebih luas.
Pimpinan bank sentral harus menghadapi pertemuan berbagai kepentingan, mulai dari kebijakan moneter hingga kondisi sektor keuangan. Latar belakang lintas sektor dinilai membantu dalam membaca dampak kebijakan terhadap perekonomian dan pasar.
Reaksi Pasar pada Pertengahan Agustus
Investor Daily melaporkan respons positif pasar pada Jumat, 14 Agustus 2026. Rupiah yang menguat tipis dan pergerakan positif transaksi saham dipandang sebagai indikator awal atas penerimaan terhadap pencalonan Destry.
Pergerakan tersebut menunjukkan perhatian pasar terhadap kesinambungan stabilitas ekonomi. Namun, pasar juga akan terus mencermati kemampuan kepemimpinan Bank Indonesia dalam merespons perubahan kondisi ekonomi global.
Perspektif terhadap UMKM
Rosdiana turut menyoroti pemahaman Destry terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Sektor ini mempunyai porsi besar dalam perekonomian, sehingga relevan dalam pembahasan kebijakan ekonomi secara menyeluruh.
Pencalonan Destry membawa fokus baru pada arah kepemimpinan Bank Indonesia. Kapasitas untuk menjaga stabilitas sambil merespons dinamika global akan menjadi salah satu tolok ukur penting bagi bank sentral pada masa mendatang.






