Bakwan nasi dapat memiliki kulit yang garing tanpa menghilangkan kelembutan nasi di bagian tengah. Kuncinya terletak pada perpaduan dua jenis tepung, kekentalan adonan, dan panas minyak yang stabil.
Tepung terigu berfungsi membuat nasi, telur, dan sayuran menyatu dalam adonan. Tepung beras membantu membentuk tekstur kulit yang lebih renyah setelah digoreng.
Minyak perlu dipanaskan dengan api sedang hingga benar-benar panas, sekitar 170 derajat Celsius. Suhu ini membantu permukaan bakwan cepat mengeras tanpa menyerap minyak berlebihan.
Adonan sebaiknya digoreng dalam porsi kecil, sekitar satu sendok makan untuk setiap bakwan. Memasukkan terlalu banyak adonan sekaligus dapat menurunkan suhu minyak dan membuat hasil gorengan kurang garing.
Komposisi Adonan Bakwan Nasi
Untuk membuat bakwan, siapkan 250 gram nasi putih sisa atau sekitar dua centong. Nasi dicampur satu butir telur ayam yang telah dikocok lepas serta sayuran yang diiris atau diserut.
| Kelompok bahan | Isi bahan | Fungsi |
|---|---|---|
| Bahan utama | 250 gram nasi putih sisa | Dasar tekstur bakwan |
| Pengikat | 1 butir telur dan 5 sendok makan tepung terigu | Menyatukan adonan |
| Pembuat renyah | 3 sendok makan tepung beras | Membantu kulit garing |
| Sayuran | Wortel, kol, daun bawang, seledri | Memberi rasa dan tekstur |
| Cairan | 100 ml air es | Ditambahkan bertahap |
Wortel yang digunakan sebanyak satu buah sedang dan diserut kasar. Tambahkan pula tiga lembar kol iris, dua batang daun bawang iris halus, serta satu batang seledri iris halus.
Bumbu terdiri atas tiga siung bawang putih, dua siung bawang merah, satu sendok teh garam, setengah sendok teh merica, setengah sendok teh ketumbar, dan setengah sendok teh kaldu bubuk. Semua bahan dicampur hingga merata sebelum air es dimasukkan sedikit demi sedikit.
Adonan perlu cukup kental agar dapat diambil menggunakan sendok. Adonan yang terlalu encer berpotensi menyebar dan tidak membentuk bakwan dengan baik saat digoreng.
Jangan Menumpuk Bakwan yang Baru Matang
Bakwan yang sudah kuning keemasan perlu segera diangkat dan ditiriskan di atas rak kawat. Cara ini membuat minyak turun sekaligus memberi ruang bagi uap panas untuk keluar dari gorengan.
Menumpuk bakwan saat masih panas dapat membuat uap terperangkap di antara permukaan gorengan. Akibatnya, kulit yang semula renyah lebih cepat menjadi lunak.
Nasi dingin yang cenderung pera menjadi pilihan yang lebih baik untuk resep ini. Butirannya tidak mudah hancur dan kadar airnya tidak membuat bakwan nasi cepat lembek.
Penyimpanan Nasi Tetap Harus Diperhatikan
Kelayakan nasi sisa harus diperiksa sebelum diolah menjadi camilan. UW Medicine mengingatkan bahwa nasi matang dapat mengandung spora Bacillus cereus yang bertahan setelah proses memasak.
Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, bakteri tersebut dapat berkembang dan menghasilkan toksin tahan panas. Nasi sebaiknya didinginkan lalu disimpan di lemari es sekitar dua jam setelah dimasak.
Nasi dalam kulkas dianjurkan habis dikonsumsi dalam tiga hingga empat hari. Nasi yang berlendir, berubah warna, atau memiliki bau tidak biasa tidak layak digunakan kembali.
Bakwan siap santap dapat disajikan bersama saus sambal atau cabai rawit. Keju parut, jagung manis, bakso iris, sosis, dan sayuran beku dapat ditambahkan bila ingin rasa yang lebih gurih atau porsi yang lebih mengenyangkan.
Versi yang lebih sedikit minyak dapat dibuat dengan mencetak adonan tipis di teflon beroles minyak. Bakwan matang yang disimpan dalam wadah tertutup di kulkas dapat digoreng ulang sebentar sebelum disajikan.






