Di Tengah HUT ke-81 RI, Pesan Karina Icha untuk Generasi yang Mudah Terpicu

Perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang mengenang jasa pahlawan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga ketenangan dalam kehidupan berbangsa. Karina Icha memakai momentum HUT ke-81 RI untuk mengajak anak muda tidak mudah terprovokasi.

Ia menilai provokasi dari pihak mana pun dapat mengusik persatuan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar. Karena itu, Karina meminta generasi muda mengutamakan kebersamaan dalam meneruskan perjuangan Indonesia.

“Kita jangan mau diprovokasi oleh siapapun atau negara manapun. Kita bersatu untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa raga,” kata Karina.

Ajakan itu disampaikan saat perayaan HUT ke-81 RI di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan tersebut, Karina hadir sebagai ketua panitia sekaligus Ketua Srikandi Laskar Merah Putih.

Perempuan dan Ruang untuk Berkarya

Karina menempatkan perempuan sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan bangsa. Ia berpandangan bahwa kontribusi perempuan dapat dilakukan melalui beragam bidang, selama dijalankan dengan dedikasi dan tanggung jawab.

Menurutnya, makna kemerdekaan juga mencakup kebebasan menyampaikan inspirasi, ide, dan gagasan. Kebebasan itu, lanjut Karina, perlu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Makna kemerdekaan bagi aku adalah merdeka dalam menyuarakan inspirasi idea gagasan lalu mengiplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Karina di Jakarta.

Ia menekankan perempuan saat ini perlu turut membangun Indonesia dari bidang mana pun. Pandangan tersebut disampaikan dalam konteks peringatan kemerdekaan yang mempertemukan sejumlah kalangan.

Nasionalisme Tidak Berhenti pada Seremoni

Karina juga menyoroti pentingnya etika dalam menjalankan semangat nasionalisme. Baginya, pengisian kemerdekaan dapat diwujudkan dengan berkarya, berdaya, dan berbudaya.

“Semua itu bisa kita wujudkan melalui etika dan jiwa nasionalisme yang tinggi yakni berkarya, berdaya dan berbudaya,” tuturnya. Pesan itu menegaskan bahwa nasionalisme perlu hadir dalam tindakan sehari-hari.

Acara di Taman Proklamasi turut dihadiri aktor senior Ozi Syahputra, Ely Sugigi, Vitalia Shesa, Arie Khaiz, Ivone Madlien, Nabila, Tataliem, dan Govin Gogo. Kehadiran figur hiburan tersebut melengkapi perayaan bersama para peserta lainnya.

Karina mengaku antusias karena Veteran Srikandi juga hadir dalam kegiatan itu. Selain itu, Aleta Molly yang disebut sebagai cicit keturunan ke-5 Cut Meutia turut menghadiri perayaan tersebut.

Harapan atas Potensi Indonesia

Kehadiran Veteran Srikandi dan keturunan pahlawan nasional memberi konteks penghormatan terhadap perjuangan masa lalu. Karina mengaitkan penghormatan itu dengan tanggung jawab memanfaatkan potensi Indonesia secara baik.

Medcom.id melaporkan, Karina meyakini Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Ia berharap kedua potensi itu dikelola penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab untuk mendukung kemajuan negara.

Pesan menjaga persatuan kemudian menjadi penekanan utama dalam peringatan tersebut. Karina mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting agar cita-cita para pahlawan dapat terus dilanjutkan.

Baca Juga