Putri Kusuma Wardani membuka langkahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan kemenangan telak atas De Guzman Mikaela Joy. Unggulan keenam tunggal putri itu menang 21-12 dan 21-6 untuk memastikan tempat di babak 32 besar.
Di arena yang sama, Alwi Farhan juga menyusul dengan kemenangan dua gim atas Yoo Tae Bin dari Korea Selatan. Dua hasil tersebut menjadi awal penting bagi wakil Indonesia di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India.
| Pemain | Lawan | Nomor | Hasil |
|---|---|---|---|
| Putri Kusuma Wardani | De Guzman Mikaela Joy | Tunggal putri | 21-12, 21-6 |
| Alwi Farhan | Yoo Tae Bin | Tunggal putra | 21-17, 21-12 |
Putri menghadapi kondisi lapangan yang dipengaruhi hembusan angin, tetapi mampu beradaptasi dengan cepat. Ia juga menyelesaikan pertandingan pembuka tanpa mengalami gangguan cedera.
Kemenangan besar itu tidak serta-merta menghapus tekanan yang dirasakan Putri. Ia datang setelah mencatat hasil perempat final pada Kejuaraan Dunia edisi sebelumnya.
“Tekanan pasti ada karena hasil baik tahun lalu. Pengennya di sini bisa ganti warna medali, tapi semua itu kan tidak gampang,” ujar Putri Kusuma Wardani.
Putri menilai kekuatan pikiran di lapangan dan konsistensi permainan akan menjadi bekal krusial pada laga berikutnya. Ia berharap performanya dapat bertahan seperti ketika bermain di Jepang Open.
Alwi mengatasi perubahan momentum
Berbeda dengan Putri, Alwi sempat menghadapi periode sulit pada gim pertama melawan Yoo Tae Bin. Lawannya mampu merebut tujuh poin beruntun dan membuat pemain asal Solo itu kehilangan momentum.
Situasi berubah selepas interval gim pembuka ketika Alwi kembali menemukan ritme permainan. Ia lalu mengunci kemenangan 21-17 dan melanjutkan dominasi pada gim kedua dengan skor 21-12.
Pertandingan Alwi berlangsung selama 42 menit dan memperlihatkan pentingnya pembacaan pola lawan. Ia telah memanfaatkan waktu lebih dari sepekan sebelum turnamen untuk mempelajari undian serta karakter pemain yang berpotensi dihadapi.
“Jadi memang tadi sudah antisipasi, bahkan saya sangat hafal dia mau berbuat seperti apa,” kata Alwi Farhan. Persiapan itu membantunya merespons permainan Yoo ketika tekanan muncul pada gim pertama.
Alwi tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap lawannya tersebut meski berhasil menang dua gim langsung. Ia melihat Yoo datang dengan kepercayaan diri yang baik setelah menunjukkan penampilan apik di beberapa turnamen sebelum Kejuaraan Dunia.
Selepas kemenangan pembuka, Alwi memiliki jeda pertandingan untuk memulihkan kondisi. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas, pola makan, tidur, dan kebugaran tubuh sebelum kembali bertanding.
“Saya akan fokus day by day untuk bisa melakukan recovery secepatnya,” kata Alwi. Baginya, Kejuaraan Dunia menjadi panggung besar untuk menunjukkan hasil kerja keras dalam upaya mengejar gelar juara.
Pada babak 32 besar, Alwi akan menghadapi pemenang duel Joakim Oldorff dari Finlandia melawan Le Duc Phat dari Vietnam. Putri dan Alwi kini sama-sama membawa harapan Indonesia untuk melanjutkan perjalanan di sektor tunggal.






