Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, Pramuka Disiapkan Menghadapi Tantangan 2045

Pramuka diminta tidak berhenti sebagai aktivitas kepanduan atau kegiatan tambahan di sekolah. Organisasi ini didorong menjadi sarana yang membantu pemuda menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai pembentukan karakter membutuhkan ruang belajar di luar kelas. Latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik disebut sebagai unsur penting dalam proses tersebut.

Penekanan itu muncul di tengah arus informasi dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Gerakan Pramuka diminta tetap adaptif, tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi pijakannya.

Nilai kepanduan di tengah perubahan

Disiplin, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi nilai yang ditekankan dalam penguatan peran Pramuka. Nilai tersebut dipandang tetap penting bagi generasi muda ketika berhadapan dengan perubahan zaman.

Adaptasi terhadap teknologi tidak dimaknai sebagai meninggalkan identitas kepanduan. Sebaliknya, pembaruan kegiatan diharapkan tetap bertumpu pada pembinaan kebiasaan positif dan tanggung jawab sosial.

Erick menyatakan bahwa pembentukan karakter tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. “Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas,” ujarnya.

Kerangka karakter untuk 2045

Kemenpora menyusun Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia untuk mendukung pembinaan generasi muda. Erick menyebut tiga karakter di dalamnya sebagai bekal penting bagi pemuda dalam menyongsong 2045.

No.KarakterKedudukan
1PatriotikKarakter utama pemuda Indonesia
2GigihKarakter utama pemuda Indonesia
3BerempatiKarakter utama pemuda Indonesia

Karakter patriotik, gigih, dan berempati tidak hanya diarahkan untuk dipahami sebagai konsep. Pembinaannya diharapkan berlangsung melalui aktivitas yang memberi pengalaman, latihan, dan contoh perilaku yang baik.

Proses pembinaan itu dipandang perlu berjalan secara berkelanjutan sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, pendidikan formal dan kegiatan kepanduan dapat saling melengkapi dalam membentuk karakter pemuda.

Pesan Presiden di Buperta Cibubur

Erick menyampaikan penegasan tersebut ketika membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65. Acara itu juga menjadi bagian dari Jambore Nasional ke-XII.

Upacara dilaksanakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata atau Buperta Cibubur, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam pesannya, Presiden mengajak anggota Pramuka untuk terus belajar, berlatih, berkarya, serta menjaga persatuan bangsa.

Menurut keterangan resmi yang dilaporkan Kompas.com, Erick menempatkan Pramuka sebagai unsur penting dalam pendidikan generasi muda. “Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” kata Erick.

Dukungan lintas sektor pendidikan

Pemerintah mendorong kerja sama lintas kementerian untuk menguatkan pembinaan melalui Gerakan Pramuka. Sinergi tersebut melibatkan Kemenpora, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kolaborasi itu diharapkan memperluas dukungan bagi pembentukan karakter di berbagai jenjang pendidikan. Pramuka pun diarahkan menjadi ruang pengembangan kemampuan pemuda dalam menghadapi kebutuhan masa depan.

Melalui peran yang lebih besar, kegiatan Pramuka diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap pendidikan. Organisasi ini ditargetkan ikut membangun generasi yang mampu menjaga persatuan dan memiliki kepedulian sosial.

Baca Juga