Pesan Bocor Ungkap Fitur Phia yang Diduga Mengambil Komisi Afiliasi Diam-Diam

Kebocoran pesan internal memperbesar tekanan terhadap Phia setelah startup belanja daring itu dituding memakai fitur untuk mengambil atribusi komisi afiliasi secara tidak semestinya. Pesan bertanggal 18 Desember tersebut disebut memperlihatkan bahwa fitur yang dipersoalkan telah diketahui oleh tim perusahaan sebelum kasusnya mencuat.

Phoebe Gates disebut meminta tim teknis memastikan fitur itu dapat berfungsi di seluruh situs belanja. Sophia Kianni, rekan pendirinya, juga disebut meminta fitur tetap dipakai walaupun ada peringatan mengenai potensi pelanggaran aturan.

Informasi itu kontras dengan penjelasan awal Phia yang menyebut masalah tersebut hanya sebagai “masalah teknis”. Perusahaan ketika itu menyatakan persoalan tersebut dapat diperbaiki dalam 24 jam.

Pelacak yang Mengubah Atribusi Transaksi

Dugaan terhadap Phia berkaitan dengan praktik cookie stuffing. Praktik ini merujuk pada penyisipan cookie pelacak afiliasi secara diam-diam ke perangkat pengguna.

Ketika pelacak tersebut aktif, sistem toko dapat mencatat Phia sebagai pihak yang mengarahkan pelanggan. Pencatatan itu dapat terjadi meskipun pembeli tidak pernah mengeklik tautan rekomendasi dari layanan tersebut.

Dalam model afiliasi yang sah, komisi menjadi imbalan bagi pihak yang benar-benar membawa konsumen ke toko melalui tautan rujukan. Jika pelanggan mengunjungi situs penjual secara langsung, afiliator seharusnya tidak menerima pembayaran komisi.

CNBC Indonesia melaporkan bahwa Phia diduga memasang pelacak ketika pengguna berbelanja daring. Dampaknya, perusahaan berpotensi menerima komisi atas pembelian yang tidak benar-benar berasal dari rujukannya.

Pendapatan Turun Setelah Fitur Dihentikan

Perubahan pendapatan harian Phia menjadi salah satu data yang paling diperhatikan dalam kasus ini. Sebelum fitur dinonaktifkan, pendapatan perusahaan dilaporkan mencapai US$ 80.000 per hari.

Sesudah fitur tersebut dihentikan, pendapatan hariannya berada pada rentang US$ 10.000 hingga US$ 28.000. Penurunan ini memunculkan dugaan bahwa fitur yang dipersoalkan berperan besar dalam pendapatan sebelumnya.

PeriodePendapatan HarianKeterangan
Sebelum penonaktifanUS$ 80.000Fitur masih beroperasi
Setelah penonaktifanUS$ 10.000-US$ 28.000Pendapatan turun

Angka tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan pelanggaran hukum. Namun, selisih pendapatan itu memberi konteks mengapa mekanisme atribusi komisi di Phia menjadi perhatian.

Risiko Hukum Masih Berupa Dugaan

Pengacara Ariel Givner menilai praktik semacam itu dapat masuk kategori kejahatan federal di Amerika Serikat. Konsekuensi yang disebut dapat mencakup hukuman penjara maksimal 20 tahun, denda, dan kewajiban mengembalikan uang yang diperoleh secara tidak sah.

Hingga kini, belum ada informasi mengenai penyidikan hukum resmi terhadap Phoebe Gates atau pendiri Phia lainnya. Ancaman hukuman itu merupakan penilaian atas dugaan praktik yang dilaporkan, bukan keputusan pengadilan.

Phia menyatakan telah memperbaiki sistem dan sedang memeriksa seluruh transaksi yang terdampak. Perusahaan belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan penyelidikan yang menyasar para pendirinya.

eBay, yang tercatat sebagai investor Phia, pernah mengambil langkah hukum terhadap pelaku penipuan serupa. Dalam kasus pada 2014, seorang pelaku dijatuhi hukuman lima bulan penjara dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar US$ 28 juta.

Kasus Phia kini menempatkan transparansi sistem afiliasi sebagai isu utama, terutama dalam menentukan pihak yang berhak menerima komisi dari sebuah transaksi daring. Pemeriksaan terhadap transaksi terdampak akan menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam merespons tuduhan tersebut.

Baca Juga