Desain Galaxy Z Fold 8 yang lebih tipis, ringan, pendek, dan lebar menjadi alasan utama perangkat ini menarik pembeli muda di Korea Selatan. Bagi sebagian konsumen, bentuk lipatnya menawarkan karakter yang lebih berbeda dibanding ponsel konvensional.
Ketertarikan itu muncul bahkan di kalangan perempuan muda yang selama ini lekat dengan iPhone. Data Samsung.com menunjukkan sekitar separuh pemesan awal Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan berasal dari kelompok remaja hingga usia 30-an tahun.
Bahasa desain mengalahkan pembicaraan spesifikasi
Di Samsung Store Hongdae, Seoul, kesan yang muncul lebih dahulu disebut berkaitan dengan penampilan perangkat. Kata seperti “cute”, “tipis”, “cantik”, dan “menarik” lebih menonjol daripada pembahasan soal performa.
Bentuk bergaya paspor memberi pengalaman berbeda saat Galaxy Z Fold 8 dibuka dan ditutup. Unsur fisik tersebut memperkuat daya tarik perangkat bagi pengguna yang menginginkan ponsel ringkas dengan tampilan tidak biasa.
Jumlah pembeli perempuan berusia remaja hingga 30-an tahun disebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding generasi Galaxy Z Fold sebelumnya. Angka tersebut menarik mengingat sumber industri yang dikutip JoongAng Daily menyebut 67 persen perempuan Korea Selatan usia 20-an menggunakan iPhone.
Persepsi iPhone berubah di media sosial
Sejumlah pengguna yang berpindah perangkat membagikan pengalamannya di media sosial dan menyebut iPhone sebagai “dad phone” atau HP bapak-bapak. Sebutan itu dipakai untuk menggambarkan desain iPhone yang dipandang umum, aman, dan kurang mengejutkan.
Jeong Daum, 26 tahun, memutuskan mengganti iPhone 17 Pro dengan Galaxy Z Fold 8 lalu mengunggah video pembukaan kemasan perangkatnya di Instagram. “Saya langsung jatuh cinta ketika melihatnya secara langsung karena desainnya sangat cantik,” ujar Jeong.
Jeong Seohee, 22 tahun, juga semula ingin membeli iPhone sebelum mencoba Galaxy Z Fold 8 secara langsung. Ia kemudian memilih perangkat lipat Samsung karena terasa ringan dan hasil fotonya dinilai memiliki estetika yang bagus.
Angka pemesanan awal menguatkan tren
Seri Galaxy Z8 membukukan sekitar 1,44 juta unit pemesanan awal di Korea Selatan untuk gabungan Galaxy Z Fold 8, Z Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8. Capaian itu disebut sebagai rekor pemesanan awal tertinggi perangkat Galaxy di negara tersebut.
Model Galaxy Z Fold 8 reguler menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 70 persen dari total pesanan Korea Selatan. Untuk pasar global, pemesanan Galaxy Z Fold 8 Series dilaporkan berada di kisaran 5 juta unit.
| Wilayah | Perkiraan pemesanan awal | Porsi Fold 8 reguler |
|---|---|---|
| Korea Selatan | Sekitar 1,44 juta unit | Sekitar 70 persen |
| Amerika Serikat dan Kanada | 850.000 unit | Sekitar 50 persen |
| India | 480.000 unit | Sekitar 65 persen |
| Pasar Asia lainnya | 640.000 unit | Sekitar 68 persen |
| Eropa | 750.000 unit | Sekitar 40 persen |
Estimasi regional tersebut berasal dari tipster Ice Universe untuk sejumlah pasar, sementara Eropa dilaporkan memiliki porsi Fold 8 reguler yang lebih rendah. Meski demikian, model reguler tetap menjadi salah satu penopang pemesanan seri Galaxy Z8 di banyak wilayah.
Indonesia mencatat pertumbuhan pemesanan
Samsung Electronics Indonesia menyatakan pemesanan awal Galaxy Z8 Series pada dua minggu pertama, 22 Juli hingga 4 Agustus, naik hingga 50 persen dibanding seri sebelumnya. Perusahaan menyebut hasil tersebut sebagai pemesanan awal tertinggi sejak lini ponsel lipat Galaxy dipasarkan di Indonesia.
Sekitar enam dari sepuluh pemesan Galaxy Z8 Series di Indonesia memilih Galaxy Z Fold 8 reguler. Samsung menyatakan desain yang segar, unik, dan ringkas menjadi daya tarik utama bagi 89 persen konsumennya di Tanah Air.






