Warga Flores yang masih tinggal di tenda pengungsian menjadi perhatian dalam aksi bantuan yang disiapkan Verry Klau dan Juan Reza. Kedua musisi NTT itu akan memanfaatkan kolaborasi musik untuk menghimpun dana bagi masyarakat yang terdampak gempa magnitudo 7,7.
Fokus bantuan mencakup makanan, pakaian, serta kebutuhan hunian bagi keluarga yang rumahnya rusak. Banyak warga belum dapat kembali ke bangunan mereka karena tembok retak dan kaca pecah setelah guncangan pada Selasa (18/8/2026).
Hunian Menjadi Kebutuhan Mendesak
Kekhawatiran warga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan logistik selama berada di pengungsian. Risiko gempa susulan membuat keluarga terdampak cemas untuk kembali menempati rumah yang kondisinya telah rusak.
Juan Reza mengatakan tidak ada korban jiwa dalam gempa tersebut. Meski demikian, kerusakan bangunan membuat kebutuhan tempat tinggal yang aman menjadi persoalan penting bagi warga.
“Karena di rumah di Flores itu tembok retak, kaca-kaca udah pada hancur. Memang tidak ada korban jiwa, Puji Tuhan,” tutur Juan. Ia menilai warga membutuhkan perhatian segera, terutama mereka yang kehilangan hunian akibat kerusakan berat.
Juan juga menceritakan kondisi seorang perantau dari Malaysia yang pulang untuk membangun rumah. Bangunan yang didirikan kemudian terdampak gempa, menggambarkan beban yang dihadapi sebagian keluarga setelah bencana.
Dampak Dirasakan di Berbagai Wilayah
Menurut Juan, guncangan dirasakan hampir di seluruh wilayah Flores. Bajawa, Ende, dan Maumere disebut sebagai beberapa daerah dengan dampak yang lebih parah.
| Daerah | Laporan Dampak |
|---|---|
| Bajawa | Disebut mengalami dampak lebih parah |
| Ende | Disebut mengalami dampak lebih parah |
| Maumere | Disebut mengalami dampak lebih parah |
“Kalau daerah saya di Flores hampir semua kena dampak. Tapi yang lebih parah itu di Bajawa, Ende, Maumere, dan sebagainya,” ujar Juan. Pernyataan itu disampaikan ketika ia tampil dalam program Pagi-pagi Ambyar di Trans TV, Jakarta Selatan.
Keluarga Juan di Flores dilaporkan selamat, tetapi komunikasi dengan mereka sempat terkendala. Jaringan telekomunikasi di lokasi hilang timbul sejak malam pascagempa.
“Kalau video call dari semalam mereka jaringannya hilang-hilang di sana,” ungkapnya. Kabar terakhir yang diterima Juan pada pagi hari menyebut keluarganya masih berada di tenda pengungsian.
Kolaborasi untuk Memperluas Bantuan
Juan mengatakan pengumpulan dana akan dilakukan melalui karya musik bersama penyanyi dari berbagai daerah. Dana yang diperoleh rencananya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.
“Besok sampai seterusnya kita akan menggalang dana lewat karya,” kata Juan, seperti dilaporkan Detik Hot. Melalui jalur musik, ia dan para kolaboratornya ingin mengajak lebih banyak pihak memberikan bantuan bagi pengungsi.
Verry Klau menyampaikan bahwa rekan-rekannya di Kabupaten Malaka meminta penggalangan dana dilakukan secara langsung. Kegiatan itu direncanakan dimulai dari Malaka dan diteruskan ke kabupaten lain di sekitar Pulau Timor.
Malaka adalah daerah asal Verry, meski letaknya berada di pulau yang berbeda dari Flores. Wilayah tersebut dilaporkan aman, namun Verry tetap merasakan duka atas dampak gempa yang dialami warga NTT.
Juan belum dapat pulang ke Flores karena masih terikat kontrak pekerjaan. Ia berencana kembali ketika memiliki kesempatan, sembari berharap pemerintah segera memberikan perhatian kepada warga yang memerlukan tempat tinggal.
Penggalangan dana melalui musik itu menjadi salah satu upaya untuk memperluas dukungan bagi para pengungsi. Bantuan yang disiapkan tetap diarahkan pada kebutuhan sehari-hari dan pemulihan hunian warga terdampak.






