Sebelum Hadapi Brisbane Roar, Persija Didorong Jaga Fisik dan Taktik di Thailand

Persija Jakarta memiliki laga uji coba melawan Brisbane Roar pada 29 Agustus 2026 dalam agenda Rise For Glory. Sebelum pertandingan itu, Macan Kemayoran menjalani pemusatan latihan berat di Thailand untuk membangun kesiapan menuju Super League 2026-2027.

Program tersebut memadukan penguatan kondisi fisik dan pematangan taktikal dalam dua sesi latihan setiap hari. Shin Tae-yong menjadikan disiplin sebagai dasar agar beban latihan dapat dijalani secara konsisten oleh seluruh pemain.

Pemusatan latihan berlangsung pada 10 sampai 23 Agustus 2026. Periode tersebut memberi Persija waktu untuk membentuk kesiapan individu sekaligus meningkatkan pemahaman kolektif sebelum musim baru.

KegiatanJadwalSasaran
Pemusatan latihan Thailand10-23 Agustus 2026Persiapan skuad
Sesi pagiSelama pemusatan latihanKondisi fisik
Sesi soreSelama pemusatan latihanAspek taktikal
Rise For Glory29 Agustus 2026Uji coba Brisbane Roar

Persiapan mengarah ke dua kebutuhan

Latihan pagi dipusatkan pada peningkatan kondisi fisik pemain. Setelah itu, staf pelatih menggunakan sesi sore untuk membangun pemahaman terhadap skema permainan dan pematangan unsur taktikal.

Pembagian program tersebut membuat pemain harus menyesuaikan diri dengan ritme kegiatan yang padat. Intensitas tinggi diterapkan agar kesiapan para pemain dapat berkembang baik secara personal maupun sebagai tim.

Keberhasilan menjalani program tidak hanya ditentukan oleh kerja keras di lapangan. Waktu istirahat dan cara pemain menjaga kebugaran setelah latihan turut menjadi perhatian penting.

Kebebasan yang disertai tanggung jawab

Shin Tae-yong menilai para pemain sudah memahami batas kebebasan selama berada dalam pemusatan latihan. Menurutnya, kebebasan tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk mengikuti seluruh agenda tim dan merawat kondisi tubuh.

“Menurut saya, para pemain kami sekarang sudah memahami disiplin dalam kebebasan yang diberikan. Jadi mereka menjalankannya dengan sangat baik,” ujar Shin melalui laman resmi Persija Jakarta.

Pelatih asal Korea Selatan itu menekankan pemain perlu memahami waktu untuk bekerja dengan kemampuan maksimal. Pada saat yang sama, mereka juga harus mengenali kebutuhan tubuh untuk menjalani pemulihan.

Witan Sulaeman dan pemain Persija lainnya diminta menggunakan jeda kegiatan secara tepat. Istirahat bukan bagian terpisah dari persiapan, melainkan unsur yang mendukung pemain tetap siap menjalani latihan berikutnya.

Mediaindonesia.com menyebut TC di Thailand turut diarahkan untuk membangun kebiasaan profesional dalam tim. Karena itu, disiplin yang dimaksud Shin mencakup perilaku pemain saat latihan maupun ketika tidak berada di lapangan.

Menanti Rise For Glory

Setelah rangkaian pemusatan latihan dan uji tanding di Thailand, Persija akan beralih ke agenda pertandingan berikutnya. Brisbane Roar menjadi lawan yang dijadwalkan dihadapi dalam laga Rise For Glory pada 29 Agustus 2026.

Pertandingan itu hadir setelah pemain menjalani program fisik dan taktikal yang intensif. Persija akan membawa hasil kerja selama di Thailand sebagai bagian dari langkah menuju Super League 2026-2027.

Disiplin, kebugaran, dan pemulihan tetap menjadi elemen yang dijaga dalam fase persiapan tersebut. Tiga unsur itu menjadi penopang agar pemain mampu menjalani tuntutan latihan dan agenda pertandingan secara berkelanjutan.

Baca Juga