Dari Rp47 Triliun ke Rp120 Triliun, Jalan Pemulihan Produksi Freeport hingga 2027

Kontribusi PT Freeport Indonesia kepada negara diproyeksikan naik dari Rp47 triliun pada 2026 menjadi sekitar Rp120 triliun per tahun saat operasi mencapai kapasitas penuh. Perubahan besar itu ditopang target peningkatan produksi bertahap hingga semester II 2027.

Namun, jalan menuju kapasitas 100% masih diwarnai pekerjaan teknis pada peralatan produksi. Perusahaan perlu menyesuaikan alat karena bijih yang diolah lebih basah daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Produksi Belum Maksimal pada 2026

Freeport Indonesia memperkirakan kegiatan produksi pada tahun 2026 baru mencapai sekitar 65% dari kapasitas penuh. Dalam kondisi tersebut, perusahaan tetap memproyeksikan penerimaan negara sebesar Rp47 triliun.

Target berikutnya adalah meningkatkan produksi menjadi 75% pada semester I 2027. Tahap ini menjadi jembatan sebelum perusahaan mengejar tingkat produksi penuh pada paruh kedua 2027.

Tahap OperasiTarget ProduksiKontribusi kepada Negara
202665%Rp47 triliun
Semester I 202775%Diproyeksikan lebih tinggi
Semester II 2027100%Sekitar Rp120 triliun per tahun

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut kapasitas penuh berpotensi mengangkat kontribusi perusahaan melampaui Rp100 triliun setiap tahun. Ia memperkirakan nilainya dapat berada di sekitar Rp120 triliun per tahun.

Pernyataan itu disampaikan Tony di Sporthall Tembagapura pada Senin (17/8/2026). Menurutnya, besarnya setoran kepada negara terkait langsung dengan pulihnya produksi hingga 100%.

Modifikasi Alat dalam Masa Pemulihan

Perusahaan saat ini masih berada dalam tahap pemulihan operasional. Finance.detik.com melaporkan sejumlah peralatan produksi sedang disesuaikan untuk menangani karakteristik bijih yang lebih basah.

“Jadi sekarang ini kan kami dalam tahap pemulihan,” ujar Tony. Ia menjelaskan modifikasi diperlukan karena kondisi bijih tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda dari perhitungan awal.

Tantangan teknis itu membuat realisasi produksi penuh baru ditargetkan pada semester II 2027. Jika tahapan 65%, 75%, dan 100% berjalan sesuai rencana, kontribusi negara diperkirakan meningkat seiring kenaikan kapasitas operasi.

Rekam jejak kontribusi PTFI juga menunjukkan nilai yang signifikan sebelum proyeksi pemulihan ini. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat kontribusi kepada negara sekitar Rp75 triliun.

Sekitar Rp13 triliun dari kontribusi 2025 tersebut menjadi bagian bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan kabupaten lain di Papua Tengah. Dana itu mencerminkan manfaat ekonomi yang disalurkan perusahaan kepada pemerintah daerah di wilayah tersebut.

Target produksi penuh pada 2027 bukan hanya menjadi sasaran operasional, tetapi juga penentu besaran kontribusi negara di masa mendatang. Perbedaan proyeksi dari Rp47 triliun pada 2026 menjadi sekitar Rp120 triliun menggambarkan skala dampak pemulihan tersebut.

Baca Juga