Harapan pasar terhadap CLARITY Act melemah tajam, bersamaan dengan jatuhnya harga XRP di bawah US$1 pada 15 Agustus 2026. Di Polymarket, peluang rancangan undang-undang itu disahkan merosot dari 82 persen menjadi di bawah 20 persen.
Perubahan ekspektasi regulasi tersebut datang ketika pasar kripto masih berada dalam tren bearish. Ketidakpastian itu menambah tekanan terhadap XRP yang sudah mengalami penurunan besar sepanjang 2026.
Jadwal Pemungutan Suara Bergeser
CLARITY Act sebelumnya dipandang dapat memberikan kejelasan bagi aset digital seperti XRP. RUU tersebut berpotensi mengklasifikasikan XRP sebagai komoditas digital yang berada di bawah pengawasan CFTC.
Pembahasan RUU tidak masuk ke pemungutan suara sebelum Senat AS memasuki masa reses pada Agustus. Pemungutan suara prosedural atas CLARITY Act selanjutnya dijadwalkan ulang pada 15 September 2026.
Penundaan itu menjadi perhatian karena pasar mengaitkan kejelasan aturan dengan minat modal terhadap produk investasi berbasis XRP. Pada saat yang sama, arus modal ke ETF XRP disebut melambat.
Harga dan Volume Sama-Sama Menurun
XRP melemah 9,3 persen dalam sebulan terakhir dan menjadi aset dengan kinerja terburuk di antara sepuluh kripto berkapitalisasi pasar terbesar. Sejak awal tahun, nilainya telah turun 45,50 persen dibandingkan harga pada awal 2026.
Dampak pelemahan itu terlihat pada nilai investasi pemegang aset tersebut. Investasi XRP sebesar US$1.000 pada 1 Januari kini disebut tinggal bernilai US$543,47.
| Data | Nilai | Periode atau Keterangan |
|---|---|---|
| Kinerja bulanan XRP | -9,3 persen | Sebulan terakhir |
| Kinerja XRP tahun berjalan | -45,50 persen | Sepanjang 2026 |
| Nilai investasi awal US$1.000 | US$543,47 | Sejak 1 Januari |
| Volume perdagangan harian | US$885 juta | Saat dana ETF melambat |
Volume perdagangan harian XRP turun hingga US$885 juta. Penurunan aktivitas transaksi itu terjadi saat minat beli belum mampu menandingi tekanan dari sisi penjual.
Data Binance menunjukkan rasio Taker Buy/Sell XRP berada di 0,86. Rasio tersebut menandakan penjual agresif lebih banyak dibanding pembeli agresif di pasar.
Risiko Penurunan Lanjutan
Perhatian pasar kini mengarah ke area US$0,94 hingga US$0,95 yang disebut sejumlah analis sebagai dukungan penting. Bertahannya harga di rentang tersebut dapat menjadi faktor utama bagi pergerakan XRP berikutnya.
Jika XRP menembus ke bawah rentang dukungan itu, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju US$0,80 hingga US$0,85. Risiko ini muncul ketika sentimen regulasi dan transaksi agresif masih belum mendukung pemulihan harga.
Tekanan tersebut turut memengaruhi sikap sebagian pelaku pasar. Peter Brandt secara terbuka menyatakan memilih mengonversi kepemilikan XRP dalam jumlah besar ke Bitcoin.
Akumulasi Tetap Muncul di Jaringan
Data jaringan XRPL menunjukkan gambaran yang berbeda dari pergerakan harga. Jumlah dompet dengan kepemilikan sedikitnya satu juta XRP bertambah 32 dompet selama tiga bulan terakhir.
Alamat aktif harian juga meningkat dari sekitar 24.000 menjadi lebih dari 43.500 alamat pada periode yang sama. Kenaikan tersebut mengindikasikan aktivitas penggunaan jaringan dan akumulasi oleh investor besar masih berjalan.
Sinyal jaringan itu belum menghapus risiko dari pelemahan harga jangka pendek. Pasar tetap menunggu apakah XRP mampu menjaga dukungan pentingnya serta bagaimana perkembangan pemungutan suara CLARITY Act pada September.






