Jalur Darat Terganggu Longsor, Pasokan BBM Flores Dialihkan dari Empat Terminal

Gangguan longsor pada sejumlah ruas jalan membuat pasokan BBM ke Flores harus mengandalkan jalur alternatif. Pertamina menyiapkan alih suplai dari empat Fuel Terminal dan dukungan angkutan laut untuk wilayah yang belum terjangkau optimal melalui darat.

Empat titik yang disiapkan dalam skema tersebut ialah Fuel Terminal Labuan Bajo, Bima, Ende, dan Maumere. Langkah itu diambil agar distribusi energi tetap berjalan saat pemulihan akses transportasi belum selesai.

Jaringan Penyaluran Tetap Berjalan

Di tengah keterbatasan akses, enam Fuel Terminal masih beroperasi menopang suplai dan penyaluran energi. Tiga Fuel Terminal lainnya berada dalam tahap persiapan penyaluran sambil menunggu kondisi jalan terdampak pulih.

Sarana EnergiStatusPeran
Fuel Terminal6 beroperasiMenjalankan suplai energi
Fuel Terminal3 dalam persiapanMenunggu akses jalan normal
SPBU Flores35 dari 52 beroperasiMelayani kebutuhan BBM masyarakat
Agen LPG Flores5 beroperasiMenjaga layanan LPG tetap tersedia

Upaya menjaga jalur pasokan itu berlangsung bersamaan dengan pembukaan kembali SPBU di berbagai titik Flores. Hingga pembaruan terakhir, 35 dari total 52 SPBU telah beroperasi untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat.

Jumlah tersebut bertambah tiga SPBU dibandingkan kondisi sebelumnya. Meski demikian, 17 SPBU belum dapat kembali melayani karena pemulihannya masih bergantung pada kesiapan fasilitas dan tenaga operasional di masing-masing lokasi.

Keselamatan Menjadi Syarat Operasional

Pertamina Patra Niaga menyatakan pembukaan fasilitas dilakukan secara bertahap, bukan hanya berdasarkan kebutuhan penyaluran. Setiap sarana harus melalui pemeriksaan dan memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali dioperasikan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi perhatian utama. Keandalan penyaluran energi juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam setiap tahapan pemulihan.

“Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan,” ujar Kitty.

Beberapa SPBU masih menghadapi persoalan yang melampaui gangguan akses jalan. Pasokan listrik, jaringan komunikasi, dan kerusakan sarana menjadi kendala yang harus ditangani sebelum pelayanan dapat dinormalisasi.

Di sejumlah daerah, mitra serta tenaga operasional juga masih terlibat dalam kegiatan evakuasi dan pemulihan pascagempa. Kondisi itu menyebabkan penanganan 17 SPBU yang tersisa tidak dapat dilakukan dengan kecepatan yang sama di seluruh lokasi.

LPG untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Ketersediaan LPG di Flores turut dipantau dalam proses pemulihan. Lima agen LPG masih beroperasi dalam kondisi aman, dengan stok pada tingkat agen dan outlet secara umum tersedia.

Menurut CNBC Indonesia, sebanyak 20 tabung telah tiba di Maumere pada pembaruan 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA. Penambahan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kebutuhan energi rumah tangga di wilayah terdampak.

Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, instansi terkait, dan mitra lembaga penyalur. Fokusnya mencakup pemulihan sarana energi, keamanan fasilitas, serta kelancaran distribusi BBM dan LPG di Flores.

Baca Juga