Iliman Ndiaye memberi bukti kuat tentang nilainya bagi Everton melalui penampilan aktif dan satu gol penalti saat menghadapi LOSC Lille. Namun, kontribusi pemain sayap asal Senegal itu belum cukup untuk membawa The Toffees meraih kemenangan dalam laga pramusim terakhir mereka.
Everton harus puas bermain imbang 1-1 setelah Hakon Haraldsson mencetak gol pada menit ke-93. Hasil di Hill Dickinson Stadium pada Sabtu, 15 Agustus 2026, membuat keunggulan tuan rumah yang bertahan lama akhirnya lenyap.
Ancaman dari Sisi Kiri
Ndiaye dimainkan di sisi kiri lini serang dan berulang kali menekan pertahanan Lille dengan pergerakan serta kombinasi serang. Everton pun mampu membangun sejumlah peluang matang melalui pengaruhnya di area depan.
Penampilan itu penting karena Everton akan membuka Premier League dengan menghadapi Crystal Palace pekan depan. Ndiaye tampak memiliki peluang kuat untuk menempati peran penting dalam susunan menyerang David Moyes.
Gol Everton tercipta menjelang turun minum setelah Kiernan Dewsbury-Hall dilanggar di dalam kotak penalti. Ndiaye mengambil eksekusi dan membawa Everton unggul sebelum jeda pertandingan.
Eksekusi tersebut menunjukkan pengaruh langsung yang dapat diberikan pemain Senegal itu pada hasil laga. Perannya juga semakin disorot karena masa depannya masih dikaitkan dengan rumor transfer.
Catatan Pemain dalam Laga Everton kontra Lille
| Peristiwa | Pemain | Catatan |
|---|---|---|
| Menjelang turun minum | Iliman Ndiaye | Mencetak gol penalti untuk Everton |
| Sedikit lebih dari satu jam | Thierno Barry | Memperlihatkan peningkatan dalam permainan penghubung |
| Menit ke-93 | Hakon Haraldsson | Mencetak gol penyama kedudukan Lille |
Perkembangan Barry dan Kembalinya Pickford
Di posisi penyerang, Thierno Barry diberi kesempatan tampil selama sedikit lebih dari satu jam. Pemain berusia 23 tahun itu menunjukkan perkembangan saat menahan bola dan mendistribusikannya kepada rekan-rekan setim.
Barry belum menemukan gol yang dapat melengkapi peningkatan permainannya tersebut. Everton masih membutuhkan ketajaman lebih besar dari sang penyerang di dalam kotak penalti lawan.
Jordan Pickford juga kembali mengawal gawang Everton sebagai penjaga gawang utama. Meski demikian, tim tuan rumah tidak mampu menjaga keunggulan sampai peluit akhir berbunyi.
Keunggulan Hilang pada Detik Akhir
Everton berada di jalur kemenangan setelah memimpin 1-0 dalam sebagian besar pertandingan. Lille baru berhasil menembus pertahanan tuan rumah melalui Haraldsson saat masa tambahan waktu.
Gol akhir itu membuat rangkaian pramusim Everton ditutup tanpa kemenangan atas Lille. Meski hasilnya mengecewakan, performa Iliman Ndiaye memberi modal positif bagi tim untuk menghadapi Crystal Palace.
David Moyes kini memiliki dua gambaran berbeda di lini depan. Ndiaye sudah menunjukkan ancaman dan ketajaman, sedangkan Barry masih memerlukan gol untuk memperkuat kontribusinya bagi Everton.






