Navigasi Penerbangan Dialihkan usai Gempa 7,0 Nagekeo, Infrastruktur Bandara Dipantau

Pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah lokasi terdampak gempa dialihkan sementara ke area aman setelah gempa magnitudo 7,0 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Langkah itu ditempuh pada unit yang gedung towernya mengalami kerusakan.

Pengalihan menjadi bagian dari rencana kontinjensi untuk menjaga keberlangsungan operasional penerbangan. Seluruh personel pada unit pelayanan navigasi yang terdampak dilaporkan dalam keadaan selamat.

Unit Navigasi di Flores Terdampak

Unit yang disebut terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo dan Cabang Pembantu Ende. Selain itu, pemantauan juga mencakup Unit Maumere, Unit Bajawa, serta Unit Ruteng.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara masih memantau fasilitas navigasi dan kondisi bangunan di kawasan tersebut. Penanganan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan terhadap infrastruktur bandar udara.

Fokus pemeriksaan mencakup bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan sarana pendukung lainnya. Retakan pada sejumlah bangunan menjadi bagian dari kerusakan yang dilaporkan setelah guncangan.

Bandara Soa Melaporkan Dampak Paling Rinci

Di antara lima bandara yang diperiksa, Bandara Soa di Bajawa melaporkan kerusakan sedang pada area landasan pacu. Sejumlah bangunan operasional di bandara tersebut juga ditemukan mengalami retakan baru.

Empat bandara lain turut melaporkan dampak guncangan, yakni Bandara Komodo, Bandara H. Hasan Aroeboesman, Bandara Umbu Mehang Kunda, dan Bandara Frans Sales Lega. Pemeriksaan dilakukan untuk memetakan kondisi fasilitas setelah gempa.

BandaraWilayahLaporan Kondisi
Bandara SoaBajawaKerusakan sedang pada landasan pacu dan retakan bangunan operasional
Bandara KomodoLabuan BajoTerdampak guncangan
Bandara H. Hasan AroeboesmanEndeTerdampak guncangan
Bandara Umbu Mehang KundaWaingapuTerdampak guncangan
Bandara Frans Sales LegaRutengTerdampak guncangan

Dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan adanya kerusakan dan retakan pada sejumlah fasilitas. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi infrastruktur dan operasional penerbangan pascagempa.

Pusat Gempa Berada di Timur Laut Mbay

BMKG mencatat gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada 38 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan bermagnitudo 6,2 kemudian terjadi pada pukul 06.13 WITA. Lokasi gempa susulan berada 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menjalankan skema Get Airport Ready for Disaster atau GARD. Skema tersebut ditujukan untuk menyiapkan bandara dalam mendukung pengiriman bantuan setelah bencana.

Masyarakat yang menggunakan transportasi udara diimbau memantau pengumuman resmi dari bandara dan maskapai. Informasi itu diperlukan di tengah pemeriksaan fasilitas serta penyesuaian layanan di wilayah terdampak.

Baca Juga