Bukan Naskah Ketikan Sayuti Melik, Jejak Awal Proklamasi Ini Dirawat ANRI Sejak 1992

Masyarakat umumnya mengenal teks Proklamasi dalam versi ketikan Sayuti Melik yang dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945. Namun, jejak awal pernyataan kemerdekaan itu juga tersimpan dalam naskah tulisan tangan Soekarno yang kini dirawat Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI.

Naskah tersebut memiliki nilai khusus karena menjadi bukti fisik dari proses lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dokumen itu disimpan di fasilitas khusus di Jakarta dengan perlindungan berstandar tinggi.

ANRI menempatkan naskah asli itu dalam ruang penyimpanan yang dirancang untuk menjaga kondisi fisik kertas dan tinta. Sistem pengawasan penuh diterapkan untuk mengantisipasi kerusakan pada arsip bersejarah tersebut.

Pemeliharaan juga dilakukan secara rutin dengan perangkat teknologi terkini. CNN Indonesia yang mengutip Antara melaporkan bahwa konservasi ilmiah menjadi bagian dari upaya menjaga keadaan naskah.

Perlindungan terhadap dokumen ini tidak hanya berfokus pada kerusakan yang dapat terlihat secara langsung. ANRI melakukan analisis potensi bahaya secara berkelanjutan untuk memetakan, mengontrol, dan meminimalkan risiko pelapukan.

Dari Simpanan Pribadi ke Arsip Negara

Sebelum tersimpan di ANRI, naskah tulisan tangan Soekarno tidak langsung berada dalam pengelolaan negara setelah Proklamasi dibacakan. Dokumen tersebut diselamatkan dan disimpan oleh wartawan pejuang B.M. Diah.

Peran B.M. Diah menjadi penting dalam perjalanan penyelamatan draft naskah asli itu. Ia kemudian menyerahkan dokumen tersebut kepada pemerintah melalui Moerdiono, Menteri Sekretaris Negara periode 1988-1998.

Pada 1992, Moerdiono meneruskan naskah itu kepada Kepala ANRI saat itu, Noerhadi Magetsari. Sejak tahun tersebut, naskah Proklamasi asli secara resmi berada dalam penyimpanan dan perawatan ANRI.

TahapPihak terkaitPeran utama
Penyelamatan naskahB.M. DiahMenyimpan dan menyerahkan draft naskah
Penyerahan pemerintahMoerdionoMeneruskan dokumen kepada Kepala ANRI
Penyimpanan negaraANRIMenyimpan dan merawat naskah sejak 1992

Selama lebih dari 30 tahun, ANRI menjaga naskah tersebut sebagai arsip nasional yang sangat bernilai. Keberadaannya menunjukkan pentingnya perlindungan dokumen yang merekam salah satu titik paling menentukan dalam perjalanan bangsa.

Naskah ketikan Sayuti Melik dan tulisan tangan Soekarno sama-sama terkait dengan peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, tetapi keduanya memiliki posisi yang berbeda. Teks ketikan dikenal luas sebagai naskah yang dibacakan, sedangkan tulisan tangan Soekarno menjadi jejak otentik dari proses awal penyusunan pernyataan kemerdekaan.

Menjadi Bahan Edukasi Sejarah

Perawatan arsip tersebut juga berjalan seiring dengan kegiatan edukasi bagi publik. ANRI menggelar program pembelajaran dan pameran sejarah yang berkaitan dengan dokumen penting itu.

Program tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Naskah asli yang tersimpan di ANRI menjadi pengingat bahwa dokumen sejarah memerlukan penyelamatan dan perawatan jangka panjang.

Pelestarian naskah tulisan tangan Soekarno tidak hanya menjaga sebuah lembaran kertas dari ancaman kerusakan. Upaya itu juga menjaga akses generasi berikutnya terhadap bukti otentik dari lahirnya pernyataan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga