Nasib tiga pilot Iran menjadi titik sengketa baru antara Tehran dan Doha setelah muncul klaim penahanan selama enam bulan. Qatar menolak klaim itu dan menyatakan tuduhan tersebut menyesatkan di tengah upaya menurunkan ketegangan kawasan.
Perbedaan versi ini terkait jatuhnya jet tempur Su-24 yang ditumpangi para pilot Iran selama perang Timur Tengah. Iran menyatakan para awak pesawat ditangkap hidup-hidup, sedangkan Qatar menegaskan tidak ada penahanan seperti yang dituduhkan.
Bantahan dari Doha
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyampaikan bantahan tersebut kepada AFP pada Minggu (16/8/2026). Ia mengatakan Qatar terkejut dengan beredarnya pernyataan yang muncul pada waktu sensitif bagi diplomasi kawasan.
“Kami secara tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot-pilot Iran, dan terkejut dengan pernyataan menyesatkan ini di waktu tertentu seperti sekarang, di tengah upaya dan inisiatif diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan di kawasan,” ujar Al Ansari.
Bagi Qatar, isu itu berpotensi mengalihkan perhatian dari proses diplomatik yang sedang berjalan. Negara tersebut menekankan perlunya langkah-langkah untuk meredakan situasi, sementara tuduhan penahanan tetap dibantah secara penuh.
Klaim Iran dan Surat kepada ICRC
Pihak Iran mengemukakan versi berbeda melalui Jenderal Mohammad Bagherzadeh dari angkatan bersenjata Iran. Ia menyatakan pada Sabtu (15/8) bahwa tiga pilot ditangkap pasukan Qatar setelah pesawat Su-24 mereka jatuh.
Menurut news.detik.com yang mengutip AFP, Bagherzadeh menyebut ketiga pilot itu telah berada dalam tahanan selama enam bulan. Iran juga menyatakan mereka belum diizinkan bertemu atau menghubungi keluarga.
| Nama yang Disebut Iran | Status Menurut Keterangan Iran |
|---|---|
| Javad Salehi | Disebut ditahan enam bulan |
| Abdolmajid Dashtian | Disebut ditahan enam bulan |
| Omran Behraveshian | Disebut ditahan enam bulan |
Bagherzadeh mencantumkan ketiga nama itu dalam surat yang ditujukan kepada Komite Internasional Palang Merah atau ICRC. Melalui surat tersebut, Iran mendesak pembebasan mereka.
Tuntutan kepada ICRC memperlihatkan bahwa Iran membawa persoalan ini ke jalur kemanusiaan. Namun, Qatar tidak menerima dasar tuduhan yang disampaikan Iran mengenai keberadaan ketiga pilot itu di bawah penahanan pasukannya.
Dua Pernyataan yang Berseberangan
Versi Iran berpusat pada insiden jatuhnya Su-24 dan penangkapan tiga awak pesawat. Sebaliknya, Qatar menyebut narasi penahanan itu sebagai klaim yang beredar dan menyesatkan.
Hingga bantahan Qatar disampaikan, kedua pihak tetap mempertahankan pernyataan masing-masing. Qatar mengedepankan kebutuhan meredakan ketegangan regional, sementara Iran terus meminta pembebasan tiga pilot yang namanya tercantum dalam surat kepada ICRC.
Perselisihan ini menambah lapisan ketidakpastian di tengah situasi kawasan yang telah menegang. Belum ada titik temu antara klaim Iran dan penolakan resmi dari Qatar mengenai kasus tersebut.






