Real Madrid menaruh beban besar di pundak Jose Mourinho untuk mengakhiri paceklik gelar yang telah berjalan dua musim. Tugas itu datang ketika skuad menghadapi risiko kelelahan dan cedera pada awal musim 2026.
Florentino Pérez menilai kalender pertandingan musim lalu tidak memberi cukup ruang untuk persiapan serta pemulihan pemain. Kondisi tersebut diyakini turut menjadi salah satu penyebab banyaknya cedera di dalam tim.
Situasi serupa berpotensi kembali menguji Real Madrid sejak pertandingan pertama. Sejumlah pemain disebut baru kembali bergabung sekitar sepekan sebelum menghadapi Espanyol pada pembuka La Liga.
Mourinho karena itu tidak hanya perlu merancang strategi permainan. Ia juga harus mengelola kondisi fisik pemain dalam jadwal empat pertandingan resmi selama 14 hari.
Awal Musim Tanpa Banyak Waktu
Goal.com menyebut rangkaian pertandingan Real Madrid dimulai pada 22 Agustus. Espanyol menjadi lawan pertama, sebelum tim menghadapi Real Sociedad, Málaga, dan Real Betis hingga awal September.
| Periode | Lawan | Posisi dalam rangkaian |
|---|---|---|
| 22 Agustus | Espanyol | Pembuka La Liga |
| Setelah 22 Agustus | Real Sociedad | Laga kedua |
| Berikutnya | Málaga | Laga ketiga |
| Awal September | Real Betis | Laga keempat |
Kepadatan agenda itu membuat rotasi dan struktur permainan menjadi elemen yang penting. Mourinho membutuhkan tim yang dapat tetap stabil ketika waktu latihan dan pemulihan sangat terbatas.
Pelatih asal Portugal berusia 63 tahun itu memilih formasi 4-2-3-1 untuk membangun ulang susunan tim. Aurélien Tchouaméni dan Federico Valverde ditempatkan sebagai dua gelandang bertahan yang mengatur poros permainan.
Keberadaan dua gelandang di depan pertahanan dimaksudkan untuk memberi perlindungan lebih baik ketika bola hilang. Pendekatan ini juga dirancang agar Real Madrid tidak kehilangan keseimbangan antara daya serang dan pertahanan.
Pola tersebut menjadi perubahan dari musim sebelumnya, ketika tim lebih banyak bergantung kepada satu gelandang jangkar. Mourinho tampak menaruh perhatian besar pada organisasi permainan yang lebih padat menghadapi pertandingan beruntun.
Penguatan Skuad dan Pilihan Baru
Manajemen disebut melakukan penguatan untuk memenuhi kebutuhan tim pelatih. Marc Cucurella dan Ibrahima Konaté dikabarkan masuk sebagai tambahan bagi skuad Real Madrid.
Yan Diomandé juga masih berada dalam kemungkinan transfer tambahan. Jika kepindahan itu terjadi, Diomandé berpotensi menjadi pembelian termahal klub.
Tambahan pemain akan memberi Mourinho pilihan lebih luas untuk merespons kalender kompetisi yang rapat. Namun, kesiapan pemain baru untuk langsung menyatu dengan sistem juga menjadi bagian dari pekerjaan awalnya.
Kepercayaan Pemain Menjadi Ujian Lain
Tekanan terhadap Mourinho tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan dan kebugaran skuad. Ia juga perlu membangun hubungan yang efektif dengan para pemain di ruang ganti.
Eduardo Alvarez mengatakan kepada BBC Sport bahwa Pérez mempertaruhkan Mourinho untuk meraih hasil seperti Carlo Ancelotti pada masa keduanya. “Saya pikir Florentino mempertaruhkan Mourinho untuk memberikan hasil seperti yang dilakukan Carlo Ancelotti pada masa keduanya, yang berhasil memenangkan Liga Champions,” kata Alvarez.
Ramon Calderon menilai pendekatan Mourinho harus berubah agar proyek tersebut berjalan baik. “Dia harus mendapatkan kepercayaan pemain melalui persuasi bukan paksaan,” ujar mantan presiden Real Madrid itu.
Duarte Monteiro menilai karakter Mourinho tidak banyak berubah di tengah perkembangan sepak bola modern. Jurnalis Portugal itu menyinggung pendekatan konservatif Mourinho di Benfica musim lalu dan ketegangan dengan sebagian pemain.
Penilaian berbeda datang dari Robert Huth, mantan pemain Chelsea pada era Mourinho. Huth menyebut Mourinho keras, adil, dan jujur dalam komunikasi, serta mampu menyatukan skuad.
Performa Vinicius Jr, Kylian Mbappé, dan Jude Bellingham akan menjadi penentu penting dalam proyek ini. Vinicius baru memperpanjang kontrak dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Real Madrid, membuat perannya semakin menonjol pada musim baru.






