Dua kemenangan tipis Real Madrid pada pramusim belum membuat Jose Mourinho merasa timnya harus segera dinilai. Ia memilih memakai pertandingan persahabatan sebagai ruang eksperimen, bukan arena untuk mengejar hasil semata.
Pendekatan itu menjelaskan perubahan komposisi pemain yang dilakukan Madrid sepanjang persiapan. Mourinho ingin melihat pilihan yang tersedia sebelum menentukan bentuk tim untuk Liga Spanyol 2026/27.
“Kami bermain untuk memberikan kesempatan kepada para pemain dan melakukan sejumlah eksperimen,” kata Mourinho. Fokus tersebut mencakup kesempatan bagi pemain akademi untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan staf pelatih.
Evaluasi Lebih Penting daripada Skor
Real Madrid mengalahkan Ferencvaros dengan skor 2-1 dan menundukkan Deportivo 1-0. Mereka kemudian bermain imbang 2-2 melawan Fiorentina dalam rangkaian laga persahabatan.
| Lawan | Hasil Real Madrid |
|---|---|
| Ferencvaros | Menang 2-1 |
| Deportivo | Menang 1-0 |
| Fiorentina | Imbang 2-2 |
Menurut Detik Sport, catatan itu memicu keraguan terhadap efektivitas strategi yang sedang dibangun. Mourinho tidak menganggap keraguan tersebut sebagai dasar untuk menarik penilaian akhir terhadap timnya.
“Kami saat ini bermain di laga-laga uji coba bukan untuk menang,” tegas Mourinho. Bagi dia, hasil dalam tahap persiapan tidak memiliki bobot yang sama dengan pertandingan kompetitif.
Waktu Persiapan Tidak Sama bagi Semua Pemain
Proses pembentukan tim semakin menantang karena beberapa pemain bergabung belakangan. Kylian Mbappe dan Jude Bellingham baru kembali setelah menjalani masa libur usai Piala Dunia 2026.
Marc Cucurella pun masih berada dalam tahap awal membangun pemahaman dengan tim barunya. Situasi tersebut membuat seluruh elemen skuad belum memiliki waktu persiapan yang seragam.
Mourinho memanfaatkan rotasi untuk memeriksa kondisi para pemain yang baru datang maupun pemain muda. Dengan demikian, pilihan susunan tim saat uji coba tidak serta-merta mencerminkan rencana utama Madrid.
Schalke Menjadi Tahap Terakhir
Madrid masih akan menghadapi Schalke pada Minggu (16/8) sebelum jadwal kompetitif dimulai. Pertandingan itu menjadi kesempatan terakhir untuk menguji kesiapan tim dalam suasana pramusim.
Setelah Schalke, Madrid dijadwalkan menghadapi Espanyol pada Minggu (23/8) dalam pembukaan Liga Spanyol 2026/27. Mourinho menempatkan laga tersebut sebagai titik awal perjuangan tim untuk mengejar kemenangan.
Ujian melawan Espanyol akan memperlihatkan sejauh mana eksperimen, rotasi, dan proses adaptasi pemain telah membentuk kesiapan Madrid. Sampai saat itu tiba, Mourinho tetap tidak menempatkan skor pramusim sebagai patokan utama.






