Pengembangan Motor Listrik Nasional atau Molinas disiapkan dengan cakupan yang jauh lebih luas daripada peluncuran sebuah merek atau model baru. Ekosistem ini dirancang menghubungkan produksi kendaraan, komponen, baterai, infrastruktur, pembiayaan, hingga layanan setelah pembelian.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Molinas merupakan ekosistem nasional. Karena itu, program tersebut diarahkan untuk melibatkan para pemangku kepentingan di berbagai tahap industri motor listrik roda dua.
PT Ilectra Motor Group, produsen ALVA, menyiapkan peresmian pengembangan Molinas di fasilitas produksinya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Presiden Prabowo Subianto disebut akan meresmikan agenda pengembangan ekosistem tersebut.
PT LEN Industri ditetapkan sebagai integrator utama dalam ekosistem ini. Perusahaan tersebut akan mengorkestrasi kolaborasi antarpihak agar pengembangan industri dan layanan pengguna dapat berjalan dalam satu arah.
| Fokus Pengembangan | Unsur yang Dicakup |
|---|---|
| Hulu industri | Manufaktur, komponen, dan baterai |
| Sarana penggunaan | Pengisian daya dan tukar baterai |
| Hilir pasar | Pembiayaan, distribusi, purnajual, dan penyerapan pasar |
Ruang lingkup tersebut memperlihatkan bahwa Molinas tidak hanya bertumpu pada penjualan motor listrik. Ketersediaan komponen dan baterai, kemudahan akses energi, serta layanan setelah pembelian turut menjadi bagian dari agenda pengembangan.
Prasetyo menyebut ekosistem ini diharapkan memperkuat hilirisasi industri nasional. Pengembangannya juga ditargetkan meningkatkan kapasitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri.
Selain penguatan industri, Molinas disebut dapat membuka peluang penciptaan lapangan kerja. UMKM dan koperasi turut masuk dalam potensi keterlibatan yang diharapkan berkembang bersama ekosistem tersebut.
Agenda nasional ini berjalan beriringan dengan rencana pemerintah menyiapkan dukungan bagi kendaraan listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden diperkirakan akan mengumumkan stimulus untuk 500 ribu motor dan mobil listrik nasional.
Purbaya menyebut pengumuman itu diperkirakan berlangsung dalam dua atau tiga pekan dari saat pernyataannya disampaikan. Ia juga mengungkapkan adanya PPN yang ditanggung pemerintah serta insentif 40 persen bagi kendaraan listrik tertentu.
Kendati demikian, rincian Insentif Motor Listrik belum diumumkan secara lengkap. Pemerintah belum memaparkan besaran bantuan, syarat penerima, maupun mekanisme pelaksanaan program tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seperti diberitakan oto.detik.com, menyatakan insentif kendaraan listrik akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional. Keterkaitan ini menempatkan kebijakan insentif sebagai bagian dari agenda industri, bukan semata dorongan konsumsi kendaraan.
ALVA menyambut positif berbagai bentuk dukungan yang dapat mempercepat perkembangan industri. Chief Executive Officer ALVA Purbaja Pantja menilai semakin banyak pelaku motor listrik akan membantu edukasi publik dan memperluas adopsi kendaraan roda dua berbasis listrik.
“Satu hal kita percaya, semakin banyak pemain motor di Indonesia, motor listrik, semakin baik untuk industri, karena kita bisa melakukan edukasi bareng-bareng, kita bisa juga menambahkan adopsi motor listrik,” ujar Purbaja. Kepastian insentif dan pelaksanaan ekosistem nasional akan menjadi dua unsur yang menentukan perkembangan pasar berikutnya.






