Luka di lutut yang berulang kali terbuka tidak menghentikan Dilraba Dilmurat menyelesaikan adegan laga dalam Kung Fu Soccer. Aktris itu menjalani sendiri lebih dari 90 persen aksinya, termasuk tekel terbang yang direkam berulang kali di lapangan berlumpur.
Pada hari pertama syuting, adegan tekel tersebut membutuhkan lebih dari 32 kali pengambilan gambar. Wajah Dilraba dipenuhi lumpur, tetapi ia tetap melanjutkan adegan tanpa menggunakan pemeran pengganti.
Ketahanan fisik Dilraba kembali diuji dalam adegan tendangan salto pada malam hari di bawah hujan. Dengan bantuan tali pengaman, adegan itu diulang hingga 17 kali untuk mencapai standar Stephen Chow.
Pengambilan gambar berulang itu meninggalkan lebam pada bagian pinggangnya. Dilraba tetap mengambil bagian langsung dalam adegan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap karakter yang dimainkan.
Bukan Hasil Manipulasi Visual
Penampilan aksi Dilraba mendapat penegasan dari pengarah aksi Qin Pengfei serta dua mantan pemain tim nasional sepak bola wanita China, Zhao Lina dan Li Jiayue. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Sina, mereka menyatakan gerakan Dilraba merupakan hasil ketangkasan fisik, bukan manipulasi efek visual atau CGI.
Keputusan tampil tanpa pemeran pengganti didukung persiapan panjang sebelum proses produksi berlangsung. Dilraba menghentikan sementara agenda bisnisnya untuk menjalani pemusatan latihan tertutup selama tiga bulan.
Setiap hari, ia berlatih lima hingga enam jam untuk membangun fisik, mempelajari teknik sepak bola, dan menghafal koreografi aksi. Persiapan itu diperlukan untuk perannya sebagai Yu Long, striker bernomor punggung 8 dari tim sepak bola putri Emei.
Yu Long berada dalam tim yang pada awalnya kurang diperhitungkan dalam persaingan. Karakter tersebut kemudian berusaha menyesuaikan pola pikir demi membawa timnya menuju kemenangan kejuaraan.
Transformasi untuk Peran Yu Long
Selama masa latihan, Dilraba meningkatkan massa otot agar memiliki gestur seperti atlet. Ia juga meningkatkan keterampilan bola dari yang semula belum dapat menimang menjadi mampu melakukan juggling 200 kali tanpa putus.
| Bidang Latihan | Capaian | Rincian |
|---|---|---|
| Durasi persiapan | 3 bulan | 5-6 jam latihan per hari |
| Kekuatan fisik | Squat 80 kilogram | Kadar lemak tubuh 14 persen |
| Kemampuan bola | Juggling 200 kali | Empat jurus tendangan |
Selain juggling, ia disebut menguasai empat jurus tendangan sakti untuk kebutuhan film. Bagian tersulit baginya adalah koordinasi kaki karena pada awal latihan ia merasa kedua kakinya masih kaku.
“Tidak ada adegan yang tidak bisa dilakukan oleh aktor. Beri tahu saya bagaimana caranya, dan saya akan lakukan. Jika saya belum bisa, maka saya akan terus berlatih,” ujar Dilraba tentang proses transformasinya.
Di tengah tuntutan adegan fisik, Dilraba menilai produksi film memberi perhatian serius terhadap keselamatan pemain. Ia menyoroti profesionalisme kru dan sistem perlindungan yang digunakan sepanjang pengambilan gambar.
Stephen Chow juga disebut turun langsung memperagakan adegan berbahaya sebelum dijalankan para pemain. Cara tersebut membantu pemeran memahami gerakan sekaligus mendukung pengamanan saat koreografi dilakukan.
Kung Fu Soccer menjadi film yang menandai kembalinya Stephen Chow ke kursi sutradara setelah tujuh tahun. Film ini dijadwalkan masuk bioskop Indonesia pada 12 Agustus dan turut dibintangi Zhang Xiaofei, Lay Zhang, Carina Lau, serta Takeru Satoh.






