Dari Pagi hingga Tengah Malam, LRT Jakarta Bidik 80.000 Penumpang per Hari

Rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai direncanakan melayani penumpang dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Dengan waktu layanan sepanjang itu, jalur tersebut diproyeksikan dapat mengangkut sekitar 80.000 penumpang per hari saat beroperasi normal.

Pada masa awal pengoperasian, jumlah pengguna diperkirakan berada di kisaran 60.000 orang setiap hari. Kehadiran lintasan ini diharapkan menambah pilihan perjalanan warga dari Kelapa Gading menuju Manggarai maupun arah sebaliknya.

Jam Operasional Setara Layanan KRL

Rentang operasional LRT Jakarta tersebut disebut serupa dengan jam layanan KRL. Jadwal dari pagi hingga tengah malam disiapkan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang beraktivitas dalam waktu panjang.

Lintasan Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 titik pemberhentian. Jalur ini diposisikan sebagai alternatif transportasi untuk warga Jakarta dan kawasan aglomerasi.

Penghitungan proyeksi penumpang telah dilakukan untuk rute tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kapasitas pengguna pada tahap awal diperkirakan sekitar 60.000 orang per hari dan dapat meningkat menjadi 80.000 orang saat layanan normal.

Kesiapan Proyek Sudah Mencapai 97,99 Persen

Pembangunan LRT Kelapa Gading-Manggarai kini mencapai 97,99 persen. Proyek tersebut memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Seluruh stasiun serta fasilitas utama di lintasan itu disebut telah siap untuk dioperasikan. Penyelesaian sistem persinyalan menjadi pekerjaan utama yang masih berlangsung, dengan target pada 20 Agustus.

Pramono menyampaikan perkembangan proyek saat meninjau Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menyatakan hasil pengecekan menunjukkan kesiapan proyek sudah mendekati 98 persen.

KomponenDataStatus atau fungsi
Lintasan12,2 kilometerKelapa Gading-Manggarai
Pemberhentian11 titikStasiun sepanjang rute
InvestasiRp 12,1 triliunPembangunan LRT Jakarta
Penumpang harian60.000-80.000 orangAwal operasi hingga normal

Investasi Rp 12,1 Triliun

Pembangunan jalur LRT Jakarta ini memiliki nilai investasi Rp 12,1 triliun. Pramono mengatakan seluruh 11 titik pemberhentian telah diperiksa dan disiapkan untuk operasional.

“LRT Jakarta yang panjangnya 12,2 kilometer, investasinya Rp 12,1 triliun, berhenti di 11 titik dan semuanya sudah, tadi kami melakukan pengecekan, semuanya sudah siap untuk dioperasikan,” ujar Pramono. Kesiapan yang hampir penuh itu membuat fokus penyelesaian kini tertuju pada persinyalan.

Agenda peresmian masih dikoordinasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pihak Istana. Peresmian direncanakan berlangsung pada Agustus 2026, tetapi tanggalnya belum diumumkan.

Pramono menyerahkan pengumuman tanggal peresmian kepada pihak Istana setelah proses finalisasi selesai. “Mudah-mudahan apakah tanggalnya berapa, nanti biar Istana yang menyampaikan,” katanya.

Baca Juga