Listrik Padam Hambat Sinyal NTT, 111 BTS Belum Kembali Beroperasi

Gangguan pasokan listrik menjadi hambatan utama pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah gempa Nusa Tenggara Timur. Dari 794 site BTS yang terdampak, 701 site tercatat mengalami gangguan daya.

Selain persoalan listrik, 93 site lainnya menghadapi gangguan pada jaringan transmisi. Kondisi tersebut membuat 111 site BTS masih memerlukan penanganan meski sebagian besar jaringan telah kembali aktif.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat 683 site telah beroperasi kembali hingga pukul 18.00 WIB pada Minggu. Jumlah itu mencapai 86,02 persen dari keseluruhan BTS terdampak di 11 kabupaten dan kota.

Pemulihan konektivitas menjadi kebutuhan mendesak karena masyarakat memerlukan sarana komunikasi saat bencana. Jaringan membantu warga menerima informasi, menghubungi keluarga, serta menjangkau layanan darurat.

Tiga Kabupaten Sudah Pulih Sepenuhnya

Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara menjadi tiga kabupaten yang telah mencatatkan pemulihan jaringan penuh. Perhatian selanjutnya diarahkan pada delapan kabupaten yang masih memiliki BTS terdampak.

Manggarai Timur merupakan wilayah dengan tantangan paling besar dalam pemulihan saat ini. Sebanyak 32 site masih belum pulih dan tingkat pemulihannya baru berada di angka 57,33 persen.

Nagekeo, lokasi pusat gempa, masih menyisakan 19 site BTS dalam proses perbaikan. Tingkat pemulihan jaringan di wilayah tersebut tercatat 76,25 persen.

KabupatenBTS Belum PulihPemulihan
Manggarai Timur32 site57,33 persen
Manggarai27 site82,35 persen
Nagekeo19 site76,25 persen
Ende11 site89,52 persen
Ngada10 site87,18 persen
Sikka7 site94,07 persen
Manggarai Barat4 site96,36 persen
Flores Timur1 site97,56 persen

Wilayah dengan Perbaikan Mendekati Tuntas

Flores Timur menjadi wilayah yang paling dekat dengan kondisi normal karena hanya satu site BTS yang belum beroperasi. Tingkat pemulihan di kabupaten itu telah mencapai 97,56 persen.

Manggarai Barat juga tinggal menyisakan empat site dengan capaian pemulihan 96,36 persen. Sikka memiliki tujuh site tersisa dan tingkat pemulihan sebesar 94,07 persen.

Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi menerapkan langkah pemulihan sesuai persoalan di lapangan. Penanganan dilakukan baik untuk mengatasi gangguan daya maupun memperbaiki jalur transmisi.

Koordinasi untuk Layanan Darurat

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemulihan jaringan terus dikawal sejak gempa terjadi. “Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Medcom.id.

Pusat Monitoring Telekomunikasi melakukan pemantauan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, pemerintah daerah, dan seluruh operator di wilayah terdampak. Koordinasi itu difokuskan pada site yang masih terganggu dan wilayah dengan tingkat pemulihan rendah.

Gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo menyebabkan 53 orang meninggal dunia serta 135 orang terluka. Sebanyak 5.000 orang mengungsi setelah rumah warga dan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan resmi. Informasi dari BMKG, pemerintah daerah, serta instansi penanganan bencana menjadi rujukan selama masa pemulihan.

Baca Juga