Pemulihan jaringan TelkomGroup di Flores menghadapi hambatan besar setelah pasokan listrik utama terputus akibat gempa magnitudo 7,7. Perusahaan menambah genset berkapasitas terbatas agar perangkat jaringan yang masih berfungsi tetap memperoleh daya.
Langkah darurat itu menunjukkan bahwa perbaikan perangkat saja belum cukup untuk memulihkan konektivitas. Sistem pemancar dan transmisi data membutuhkan pasokan energi yang stabil sebelum layanan dapat kembali bekerja optimal.
Layanan Menurun di Flores dan Sekitarnya
Gangguan pascagempa menekan kualitas layanan telekomunikasi dan digital TelkomGroup di Flores serta wilayah sekitarnya. Sejumlah perangkat jaringan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan keterbatasan listrik di area terdampak turut menyulitkan perusahaan menjaga layanan. TelkomGroup kemudian menyiapkan penguatan sumber daya alternatif untuk menopang proses pemulihan.
“Genset tambahan dengan kapasitas terbatas sebagai penguatan suplai listrik untuk menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan dan mendukung proses pemulihan layanan,” ujar Rachmad dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026). Genset tersebut digunakan untuk mempertahankan operasional perangkat yang masih dapat dijalankan.
Kapasitas yang terbatas membuat dukungan daya itu perlu diarahkan secara cermat pada kebutuhan jaringan yang tersedia. Kondisi kelistrikan di lapangan tetap menjadi faktor penentu bagi kecepatan pengembalian layanan.
Titik Penting Menjadi Sasaran Pemulihan
TelkomGroup mengerahkan tim teknis dan sumber daya pendukung ke titik-titik yang terkena dampak bencana. Perbaikan dilakukan secara maraton untuk mempercepat pulihnya komunikasi suara dan akses data.
Wilayah vital yang membutuhkan dukungan komunikasi darurat menjadi prioritas penanganan. Fokus tersebut mencakup pusat koordinasi penanggulangan bencana dan fasilitas pelayanan publik di Flores.
Pasokan daya tambahan diperlukan agar perangkat jaringan di area prioritas tetap dapat beroperasi selama pemulihan berlangsung. Perusahaan juga meneruskan perbaikan infrastruktur yang terdampak tanpa menunggu seluruh kondisi listrik kembali normal.
Teknologi.bisnis.com menyebut pemulihan sarana penunjang, khususnya energi listrik, sebagai kebutuhan krusial bagi pengembalian kapasitas jaringan. Ketidakstabilan daya dapat menghambat perangkat pemancar serta sistem transmisi data untuk bekerja penuh.
Gempa Dangkal di Laut Dekat Nagekeo
| Parameter | Informasi |
|---|---|
| Waktu kejadian | 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA |
| Kekuatan gempa | Magnitudo 7,7 |
| Kedalaman | Sekitar 15 km |
| Pusat gempa | Laut, sekitar 30 km timur laut Nagekeo, Flores, NTT |
| Pemicu | Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Belakang Busur Flores |
Gempa terjadi pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT. Peristiwa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu aktivitas patahan aktif Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik.
Kerusakan dilaporkan mengenai sejumlah infrastruktur, termasuk perangkat penunjang konektivitas internet. Dampak tersebut menjelaskan mengapa pemulihan layanan membutuhkan penanganan perangkat dan suplai energi secara bersamaan.
Rachmad menekankan bahwa pemulihan operasional jaringan sangat berkaitan dengan kondisi listrik setempat. Alokasi daya yang stabil diperlukan agar proses pengembalian layanan tidak kembali tertunda karena kekurangan energi.
Manajemen TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan masyarakat. Perusahaan turut menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat Flores dan sekitarnya selama proses pemulihan berjalan.






