Saat HUT ke-81 RI Berlangsung, Lima Pejabat Pusat Ditugaskan ke NTT

Peringatan HUT ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026, tidak sepenuhnya memusatkan kegiatan pemerintah di Jakarta. Lima unsur pejabat pusat ditugaskan ke Nusa Tenggara Timur untuk memantau penanganan gempa dan kebutuhan warga terdampak.

Penugasan itu dilakukan ketika aktivitas gempa susulan masih tinggi di wilayah tersebut. Pemerintah menjalankan agenda peringatan kemerdekaan bersamaan dengan pengawalan respons bencana di NTT.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut sejumlah menteri dan wakil menteri memang mendapat tugas melaksanakan upacara di luar DKI Jakarta. Pembagian tugas itu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik serta koordinasi pemerintah di berbagai daerah.

Di NTT, para pejabat yang hadir tidak hanya menjalankan agenda seremonial. Fokus utama mereka adalah memonitor penanggulangan bencana, penyaluran bantuan, dan penanganan warga yang mengungsi.

Lima Unsur Pemerintah Berada di NTT

Pejabat/InstansiTugas di NTT
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan KebudayaanMemonitor penanggulangan bencana
Menteri Dalam NegeriMemonitor penanggulangan bencana
Menteri Pekerjaan UmumMemonitor penanggulangan bencana
Wakil Menteri KesehatanMemonitor penanggulangan bencana
Wakil Menteri SosialMemonitor penanggulangan bencana

Keberadaan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pekerjaan Umum menunjukkan keterlibatan lintas sektor. Wakil Menteri Kesehatan serta Wakil Menteri Sosial melengkapi pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.

Prasetyo menegaskan pemerintah ingin memastikan warga yang mengalami bencana mendapat penanganan secara maksimal. Pernyataan itu disampaikan saat pemerintah tetap menggelar peringatan kemerdekaan di berbagai wilayah.

“Jadi, di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin pernah bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta. Penanganan pengungsi dan distribusi bantuan menjadi perhatian dalam pengawasan di lapangan.

Aktivitas Gempa Masih Dipantau

Di tengah penugasan para pejabat, BMKG terus memantau perkembangan seismik di NTT. Hingga pukul 07.00 pada 17 Agustus 2026, lembaga tersebut mencatat 1.598 gempa susulan.

Magnitudo terbesar dari rangkaian gempa susulan itu mencapai 6,2. Adapun gempa susulan dengan kekuatan terkecil tercatat pada magnitudo 1,3.

Sekitar 54 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat, berdasarkan catatan BMKG. Data tersebut menjadi alasan pentingnya pemantauan berkelanjutan di wilayah terdampak.

Kepala BMKG Faisal Fathani menyatakan pengawasan terhadap aktivitas gempa terus dilakukan. “Gempa susulan terus kita pantau,” ujar Faisal dalam penyampaian informasi terbaru mengenai kondisi kegempaan di NTT.

Pembagian tugas pejabat pusat pada momentum HUT ke-81 RI memperlihatkan agenda kenegaraan tetap berjalan bersama respons darurat. Pemerintah menempatkan Penanganan Bencana NTT sebagai perhatian di tengah peringatan hari kemerdekaan.

Di wilayah lain, Menteri Kelautan memimpin upacara peringatan kemerdekaan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara itu, pengawasan di NTT diarahkan pada kebutuhan warga dan perkembangan Gempa Susulan NTT.

Baca Juga