Lapangan Gasibu tidak lagi menjadi lokasi upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Jawa Barat pada 2026. Upacara pada Senin, 17 Agustus 2026, akan digelar di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung.
Perubahan itu membuka kesempatan bagi warga untuk melihat langsung kawasan yang baru ditata. Masyarakat dipersilakan hadir menyaksikan upacara sekaligus menikmati pembaruan area depan Gedung Sate.
Halaman Gedung Sate dipilih setelah penataan kawasan menyatukan area tersebut dengan Lapangan Gasibu. Sebelumnya, kedua ruang itu dipisahkan oleh Jalan Diponegoro.
Pemanfaatan halaman Gedung Sate membuat upacara tingkat provinsi memiliki latar bangunan yang selama ini menjadi ikon Jawa Barat. Gedung itu juga berfungsi sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penataan dimulai sejak April
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp15,8 miliar untuk penataan halaman depan Gedung Sate. Proyek revitalisasi kawasan tersebut mulai dikerjakan pada April 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut area upacara telah siap digunakan. Sejumlah pekerjaan pada gerbang dan gapura masih berjalan dengan target selesai pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Perubahan tidak hanya terjadi pada susunan ruang di depan bangunan. Tampilan Gedung Sate juga diperbarui melalui pengecatan yang membuat warnanya terlihat lebih putih dan cerah.
Dedi mengatakan bahan cat dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan pelestarian cagar budaya. Menurutnya, cat yang dipakai telah memenuhi standar Balai Pelestarian Cagar Budaya.
Gedung Sate menjadi latar utama
Dedi menilai lokasi baru akan mengubah tampilan dokumentasi upacara kemerdekaan. Pada pelaksanaan di Lapangan Gasibu, bangunan hotel disebut kerap masuk ke dalam rekaman saat bendera dikibarkan.
“Ini menjadi yang pertama. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Hal itu tidak akan terjadi lagi,” kata Dedi.
Di halaman depan juga terdapat bangunan berbentuk saung yang dibuat untuk mendukung kegiatan upacara. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Adi Komar menegaskan bangunan itu bukan bagian permanen dari kawasan.
Saung tersebut tidak langsung dibongkar setelah upacara berakhir. Warga masih dapat menikmati keberadaannya untuk sementara waktu bersama area yang telah direvitalisasi.
Pemindahan dari Lapangan Gasibu ke Gedung Sate menempatkan peringatan kemerdekaan sebagai pemanfaatan perdana wajah baru kawasan itu. Bagi masyarakat, upacara 17 Agustus menjadi waktu untuk menyaksikan perubahan ruang publik di salah satu kawasan bersejarah Bandung.






