Kontrak di Al-Qadsiah dapat membawa Tijjani Reijnders pada total pendapatan lebih dari 100 juta euro. Peluang itu muncul dari kesepakatan empat tahun yang dilengkapi opsi perpanjangan selama satu musim.
Dalam kontrak awal, Reijnders dilaporkan telah mengamankan sekitar 80 juta euro untuk empat musim. Tambahan satu musim akan menjadi penentu apakah total penghasilan gelandang Timnas Belanda itu benar-benar melampaui angka 100 juta euro.
Opsi musim kelima menentukan total akhir
De Telegraaf yang dikutip Suara.com melaporkan bahwa opsi perpanjangan tercantum dalam kesepakatan Reijnders dengan Al-Qadsiah. Artinya, proyeksi lebih dari 100 juta euro bukan nilai yang otomatis diterima dalam masa kontrak awal.
Empat tahun pertama menjadi dasar utama kerja sama antara pemain dan klub. Nilai pada musim kelima baru akan masuk ke total pendapatan jika opsi tersebut diaktifkan dan dijalani oleh Reijnders.
| Masa Kerja | Perkiraan Pendapatan | Ketentuan |
|---|---|---|
| Empat musim | Sekitar 80 juta euro | Kesepakatan awal |
| Lima musim | Lebih dari 100 juta euro | Opsi tambahan dijalankan |
Struktur tersebut menempatkan masa kerja sebagai faktor utama dalam besarnya nilai akhir yang dapat diterima. Tidak ada rincian lain mengenai ketentuan kontrak yang disebutkan selain durasi empat tahun dan opsi satu musim tambahan.
Lonjakan dibanding bayaran sebelumnya
Perpindahan ke Liga Arab Saudi memberi Reijnders potensi kenaikan pendapatan yang sangat besar dibanding periode di Manchester City. Saat masih berada di klub Inggris tersebut, ia disebut menerima sekitar 7 juta euro setiap tahun.
Estimasi 80 juta euro selama empat musim di Al-Qadsiah menunjukkan perbedaan level pendapatan yang signifikan. Perbandingan itu menjadi salah satu sisi paling menonjol dari kabar kepindahan sang gelandang.
Sebelum dikabarkan menuju Al-Qadsiah, Reijnders baru menghabiskan satu tahun bersama Manchester City. Ia tiba di Etihad Stadium setelah meninggalkan AC Milan, sehingga kepindahan berikutnya membuat perjalanan klubnya kembali berubah dalam waktu singkat.
Babak baru setelah AC Milan dan Manchester City
Reijnders akan melanjutkan kariernya di Arab Saudi setelah melalui periode bersama dua klub besar Eropa. Al-Qadsiah menjadi tujuan baru bagi pemain yang juga dikenal memiliki darah Indonesia tersebut.
Statusnya sebagai pemain Timnas Belanda serta latar belakang keluarganya membuat kabar ini mendapat perhatian dari penggemar sepak bola Indonesia. Nilai kontrak yang besar semakin memperkuat sorotan terhadap langkah kariernya.
Jika seluruh ketentuan dalam kesepakatan berjalan sesuai rencana, Reijnders berpeluang berada di antara pemain Belanda dengan penghasilan tertinggi. Namun, pencapaian angka lebih dari 100 juta euro tetap terkait langsung dengan realisasi opsi musim kelima.
Kesepakatan ini sekaligus memperlihatkan besarnya nilai yang ditawarkan Al-Qadsiah untuk fase baru karier Reijnders. Kontrak empat musim saja telah memuat proyeksi pendapatan sekitar 80 juta euro sebelum memasukkan nilai dari opsi tambahan.






