André Geraldes meminta Casa Pia tidak melupakan kekalahan 0-7 dari Benfica, meski hasil itu sangat menyakitkan bagi tim dan pendukung. Bagi pemain Casa Pia tersebut, skor telak itu harus menjadi bahan pembelajaran untuk perjalanan musim yang masih panjang.
Casa Pia kalah tanpa mampu mencetak gol ketika menjamu Benfica pada Senin, 17/08/2026. Laga pekan kedua Liga Portugal itu meninggalkan tekanan besar karena tujuh gol bersarang di kandang sendiri.
“Kami harus belajar dari pertandingan ini, kami tidak boleh melupakannya karena ini akan penting di masa depan,” kata Geraldes. “Kami harus melanjutkan jalan kami, kami tetap yakin dengan apa yang sedang kami kerjakan.”
Permintaan Maaf untuk Pendukung
Geraldes menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung setelah Casa Pia mengalami kekalahan sangat berat. Ia mengakui tim tampil buruk, walaupun Benfica datang sebagai lawan yang memiliki kekuatan besar.
“Ini adalah malam yang sangat buruk dari pihak kami, kami harus meminta maaf kepada para pendukung,” ujar Geraldes. “Meskipun kami tahu bahwa Benfica sangat kuat, ini adalah hasil yang sangat berat.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa Casa Pia tidak mengabaikan besarnya kekecewaan yang dirasakan pendukung. Kekalahan dengan selisih tujuh gol menjadi hasil yang sulit diterima, terutama karena terjadi pada pertandingan kandang.
Namun, Geraldes tidak ingin rasa kecewa tersebut membuat tim kehilangan fokus. Ia menilai langkah paling penting setelah pertandingan adalah mengidentifikasi hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Waktu untuk Membenahi Tim
Menurut Geraldes, musim yang baru memasuki tahap awal memberi Casa Pia kesempatan untuk membenahi respons. Ia bahkan melihat waktu terjadinya kekalahan itu sebagai peluang agar tim dapat belajar lebih cepat.
“Di satu sisi, untunglah ini terjadi sekarang, karena kami masih punya banyak waktu,” katanya. Casa Pia masih memiliki banyak pertandingan untuk memperlihatkan bahwa hasil melawan Benfica bukan gambaran akhir perjalanan mereka.
Geraldes menekankan bahwa kekalahan telak tersebut pada dasarnya tetap menghasilkan kehilangan tiga poin. Meski demikian, cara Casa Pia kalah membuat evaluasi menjadi jauh lebih mendesak.
Para pemain diminta tidak berhenti pada penyesalan setelah laga usai. Mereka harus membawa pelajaran dari pertandingan itu ke proses persiapan menuju pertandingan berikutnya.
Proses Bersama Juru Taktik Anyar
Hasil buruk ini hadir ketika Casa Pia sedang beradaptasi dengan gagasan baru di bawah kepemimpinan juru taktik anyar. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai seberapa cepat tim dapat menemukan bentuk permainan yang diinginkan.
Geraldes menilai proses adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari satu hasil, sekalipun hasilnya sangat telak. Ia menolak pandangan bahwa kekalahan dari Benfica akan menimbulkan keraguan terhadap arah yang tengah ditempuh tim.
“Ini tidak akan menimbulkan keraguan karena ini adalah perjalanan yang sangat panjang, sebuah ide baru yang sedang kami asimilasi dan membutuhkan waktu,” ujar Geraldes. Ia meminta semua pihak memahami bahwa perubahan dalam tim memerlukan waktu untuk berjalan dengan baik.
Casa Pia kini diarahkan untuk menjaga keyakinan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan sambil memperbaiki kekurangan. Tekanan setelah skor 0-7 akan tetap besar, tetapi respons di pertandingan berikutnya menjadi hal yang paling menentukan.
“Hasil ini berat, tetapi kami harus memikirkan pertandingan berikutnya,” tegas Geraldes. Casa Pia pun dihadapkan pada tuntutan untuk mengubah permintaan maaf menjadi penampilan yang lebih baik.






