Hampir 9 Bulan di Laut, Komentar Trump soal Pelaut Kapal Induk Tuai Kritik

Keluhan keluarga pelaut USS Abraham Lincoln mendapat sorotan baru setelah Donald Trump menilai masa tugas lebih dari 260 hari belum terlalu lama. Komentar itu muncul ketika personel kapal induk tersebut menghadapi penugasan berkepanjangan dalam operasi AS terkait Iran.

Bagi para pengkritik, persoalannya bukan semata jadwal pergantian kapal. Masa berpisah yang panjang dari keluarga serta kekhawatiran atas kesehatan mental pelaut menjadi pusat perhatian.

Jason Crow, anggota DPR AS dari Partai Demokrat, merespons keras pernyataan tersebut melalui X. Veteran yang pernah menjalani tiga penugasan di Irak dan Afganistan itu menilai Trump tidak peduli kepada prajurit maupun keluarga mereka.

Senator Richard Blumenthal dari Connecticut dan Senator Ruben Gallego dari Arizona juga mendesak Pentagon bertanggung jawab. Desakan itu berkaitan dengan kondisi kehidupan personel yang harus tinggal di kapal dalam periode panjang.

Penugasan berlangsung di tengah operasi Iran

USS Abraham Lincoln dikerahkan dalam operasi AS yang berhubungan dengan Iran di kawasan Timur Tengah. Ketegangan militer antara Washington dan Teheran memang sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir, tetapi Angkatan Laut AS kembali memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Pemerintahan Trump belum menjelaskan skema penyelesaian maupun pengakhiran konflik tersebut. Ketidakpastian itu memperbesar perhatian terhadap durasi penugasan bagi kru kapal induk.

Kapal IndukTugasStatus Terkini
USS Abraham LincolnOperasi AS terkait IranPersonel bertugas lebih dari 260 hari
USS George WashingtonMenggantikan kapal yang bertugasBerangkat dari Da Nang, Vietnam, pada pekan sebelumnya

USS George Washington dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan Da Nang, Vietnam, pada pekan sebelumnya. Kapal itu dijadwalkan mengambil alih posisi USS Abraham Lincoln dalam operasi AS di Timur Tengah.

Trump menjadikan rencana pergantian itu sebagai alasan bahwa penugasan hampir sembilan bulan belum berlebihan. Dalam percakapan dengan wartawan sebelum berangkat ke New York, ia menyatakan kapal tersebut sedang bergerak atau akan segera bergerak.

“Kapal itu sedang bergerak saat ini, atau dalam waktu sangat dekat, dan bakal digantikan oleh kapal lain yang sangat serupa,” kata Trump. Pernyataan itu tidak menjawab secara langsung keluhan keluarga mengenai beban yang telah dialami pelaut selama lebih dari 260 hari.

Klaim resmi dan insiden pelaut jatuh ke laut

Pete Hegseth selaku Menteri Pertahanan AS membantah laporan tentang kondisi buruk di kapal induk tersebut. Centcom juga menepis tuduhan bahwa fasilitas bagi personel USS Abraham Lincoln tidak memadai.

Angkatan Laut AS mengatakan tidak mengamati peningkatan ideasi maupun percobaan bunuh diri di kapal. Rincian data tidak dipublikasikan karena pertimbangan keamanan operasional dan kerahasiaan medis pasien.

Menurut laporan France24, seorang pejabat Angkatan Laut mengonfirmasi seorang pelaut USS Abraham Lincoln jatuh ke laut pada awal Agustus. Pelaut itu segera dievaluasi, diselamatkan, memperoleh perawatan medis di kapal, kemudian dipindahkan untuk penanganan lanjutan.

Angkatan Laut tidak bersedia berspekulasi mengenai kemungkinan kaitan insiden itu dengan percobaan bunuh diri. Dengan pergantian kapal yang masih dijadwalkan, kondisi fisik dan mental pelaut tetap menjadi isu penting dalam operasi AS di kawasan.

Baca Juga