Ketahanan Pangan Indonesia Dapat Sokongan Baru, Belanda Andalkan Tata Air dan Pesisir

Ambisi Indonesia membangun ketahanan pangan mendapat sokongan dari Belanda, yang menawarkan keahlian pada pertanian, pengelolaan air, dan perlindungan kawasan pesisir. Bidang-bidang tersebut dinilai penting karena persoalan pangan tidak berhenti pada peningkatan hasil pertanian semata.

Ketersediaan air dan perlindungan pantai berhubungan dengan pengelolaan sumber daya yang diperlukan untuk menopang sektor pangan. Karena itu, dukungan teknologi dari Belanda diarahkan pada kebutuhan yang saling berkaitan dalam agenda kemandirian pangan Indonesia.

Kerja Sama Meluas dari Lahan ke Pesisir

Duta Besar Belanda Marc Gerritsen menyatakan pihaknya telah bekerja keras bersama Indonesia dalam urusan tata air dan pesisir. “Kami bekerja sangat keras bersama Indonesia dalam hal ini,” ujar Gerritsen.

Pengelolaan pesisir dapat mendukung produksi pangan sekaligus membantu mengurangi risiko bencana di wilayah pantai. Sementara itu, tata air menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga sumber daya bagi kegiatan pertanian.

Belanda dikenal memiliki kemampuan dalam teknologi pertanian dan pemuliaan tanaman. Keahlian tersebut dipandang berpotensi memberi dukungan bagi program swasembada yang sedang didorong pemerintah Indonesia.

Kesiapan Belanda untuk Target Indonesia

Gerritsen menyampaikan kesiapan negaranya setelah menghadiri Sidang Tahunan MPR dan DPR RI 2026 di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menilai Belanda memiliki kapasitas untuk membantu Indonesia mengejar ambisi di sektor pangan.

“Belanda mampu membantu Indonesia dalam mencapai ambisinya di bidang ketahanan pangan,” kata Gerritsen. Menurut dia, transfer teknologi dan pengelolaan sumber daya dapat menjadi bentuk dukungan yang penting.

Ketahanan pangan Indonesia menjadi salah satu pilar pembangunan jangka panjang yang tengah ditempatkan pemerintah dalam agenda nasional. Tantangan iklim dan situasi geopolitik global membuat pencapaian kemandirian pangan membutuhkan langkah yang dirancang secara strategis.

Hubungan Bilateral dan Tantangan Pembangunan

Gerritsen menilai hubungan diplomatik serta kerja sama Indonesia Belanda berjalan sangat baik, khususnya selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pertanian dan perlindungan pantai sebagai dua sektor yang menonjol dalam kemitraan kedua negara.

Ia juga mengapresiasi capaian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Namun, kecukupan pangan dan peningkatan mutu pendidikan masih dinilai sebagai tantangan yang perlu dituntaskan.

Menurut Gerritsen, Presiden Prabowo memiliki visi dan fokus yang jelas dalam menghadapi tantangan tersebut. Ia menekankan perlunya langkah strategis yang matang agar sasaran pembangunan berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.

Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD RI dihadiri oleh Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran kabinet, serta mantan presiden dan wakil presiden. Dalam rangkaian agenda itu, Presiden menyampaikan laporan kinerja lembaga negara dan pidato kenegaraan menjelang HUT ke-81 RI.

Presiden juga mengajukan RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI yang dipimpin Puan Maharani. Dukungan pada teknologi pertanian Belanda, tata air, pemuliaan tanaman, dan pesisir kemudian menjadi ruang kerja sama internasional yang dapat membantu Indonesia mengejar target pangan nasional.

Baca Juga