Dari Pengendali Kualitas ke Tepi Antariksa, Huang Siapkan Tiket 3 Juta Yuan

Dari petugas pengendalian kualitas di pabrik, Huang Xiaochi kini tercatat sebagai calon penumpang penerbangan suborbital CYZ1. Pria berusia 73 tahun itu mengeluarkan 3 juta yuan untuk mengejar kesempatan melihat Bumi dari luar atmosfer.

Penerbangan wisata antariksa komersial China tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2028. Huang memperoleh nomor penumpang 022 dalam prapenjualan tiket pesawat yang dikembangkan InterstellOr.

Tiket Mahal untuk Perjalanan Singkat ke Ketinggian Ekstrem

Harga prapenjualan kursi CYZ1 mencapai sekitar US$440.000 per orang. Huang menyebut tidak ada alasan yang berlebihan atas keputusan itu, selain keinginan untuk melihat-lihat seperti dalam perjalanan biasa.

Namun, tujuan perjalanan ini berada jauh di atas rute wisata pada umumnya. CYZ1 direncanakan melaju dalam lintasan suborbital hingga garis Kármán, sekitar 100 kilometer dari permukaan laut.

Garis Kármán dikenal luas sebagai penanda awal ruang angkasa. Dari titik tersebut, Huang berpeluang melihat lengkungan Bumi dari luar lapisan atmosfer.

KomponenKeterangan
Calon penumpangHuang Xiaochi
Usia73 tahun
Operator pesawatInterstellOr
Pesawat dan nomor kursiCYZ1, penumpang 022
Rencana terbang2028

CNBC Indonesia, yang mengutip South China Morning Post, melaporkan penetapan Huang sebagai penumpang nomor 022 dilakukan pada 8 Agustus 2026. Pesawat CYZ1 menjadi bagian dari proyek perusahaan rintisan antariksa komersial asal China.

Belajar Sendiri untuk Meniti Karier Teknik

Huang lahir pada 1953 di Shunde, Foshan, Provinsi Guangdong, China selatan. Pendidikan formalnya hanya sampai sekolah menengah, sebelum ia memasuki dunia kerja manufaktur.

Ia bergabung dengan Kelon pada 1984, saat produsen peralatan rumah tangga itu berdiri di kampung halamannya. Posisi awal Huang berada di bagian pengendalian kualitas pabrik.

Di luar pendidikan formal, ia mempelajari gambar teknik, fisika, kimia, geometri, hingga bahasa Inggris secara mandiri. Bekal tersebut membuka jalan bagi kenaikan kariernya di perusahaan.

Huang akhirnya menjadi wakil presiden bidang teknik Kelon. Ia juga memimpin tim penelitian dan pengembangan yang menciptakan kulkas pertama perusahaan tersebut.

Tim yang dipimpinnya turut mengembangkan kulkas hemat energi pertama di China tanpa freon. Pengalaman teknis panjang itu menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sebelum memutuskan membeli tiket CYZ1.

Peluncuran Shenzhou 23 Menguatkan Keputusan

Keputusan untuk mendaftar misi CYZ1 dibuat Huang sehari sebelum peluncuran pesawat berawak Shenzhou 23 pada 24 Mei 2026. Ia kemudian mendatangi Jiuquan Satellite Launch Centre untuk menyaksikan peluncuran tersebut secara langsung.

Salah satu awak Shenzhou 23 adalah Lai Ka-ying, astronaut pertama asal Hong Kong yang memiliki keturunan Shunde. Kesamaan asal daerah itu memperkuat konteks personal di balik ketertarikan Huang pada penerbangan antariksa.

Saat menyaksikan peluncuran, Huang menyampaikan pandangannya mengenai dorongan manusia menjelajah ruang angkasa. “Bumi adalah tempat lahir umat manusia, tetapi kita tidak ingin selamanya tinggal di tempat lahir itu,” kata Huang.

Kisahnya mendapat perhatian pengguna internet di China karena kontras antara awal kariernya di pabrik dan rencana perjalanan ke tepi ruang angkasa. Seorang pengguna merespons kisah itu dengan kalimat, “Dia telah menjalani hidupnya sepenuhnya.”

Rencana terbang pada 2028 masih berada di depan, tetapi Huang telah memastikan tempatnya dalam daftar calon penumpang. Baginya, tiket mahal itu membuka peluang untuk melihat Bumi dari sudut pandang yang selama ini hanya dapat dibayangkan dari daratan.

Baca Juga