Kerusakan rumah warga menjadi beban terbesar dalam dampak gempa Kolombia yang ditaksir mencapai 30 triliun peso, atau sekitar Rp134 triliun. Dari jumlah itu, bangunan warga diperkirakan menyumbang kerugian hingga 24,5 triliun peso.
Nilai tersebut menggambarkan skala kerusakan fisik langsung yang harus ditangani pemerintah Kolombia di sejumlah wilayah. Choco dilaporkan menjadi departemen dengan tingkat kerusakan paling berat.
Selisih Besar antara Kerusakan Rumah dan Infrastruktur
Kerusakan infrastruktur diperkirakan bernilai 5,5 triliun peso. Angka itu lebih kecil daripada dampak pada bangunan warga, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam agenda rekonstruksi.
| Jenis Dampak | Estimasi Kerugian | Cakupan Wilayah |
|---|---|---|
| Bangunan warga | 24,5 triliun peso | 5 wilayah terdampak |
| Infrastruktur | 5,5 triliun peso | 5 wilayah terdampak |
| Kerusakan fisik langsung | 30 triliun peso | Choco hingga Caldas |
Kawasan yang masuk dalam perhitungan meliputi Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas. Pemerintah akan menggunakan gambaran kerusakan di lima wilayah itu untuk menyusun pemulihan pascagempa.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan estimasi tersebut pada Selasa (18/8/2026). Investor Daily melaporkan bahwa angka itu berasal dari pemodelan yang dilakukan oleh perusahaan swasta.
“Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh perusahaan swasta, estimasi kerugian fisik langsung di wilayah Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas mencapai sekitar 30 triliun peso,” ujar Abelardo de la Espriella. Pernyataan itu juga menyebut kerusakan bangunan sebesar 24,5 triliun peso serta kerusakan infrastruktur senilai 5,5 triliun peso.
Nilai Kerusakan Belum Bersifat Final
Pemerintah masih melakukan penilaian dampak bencana di wilayah yang terkena gempa. Karena itu, nilai kerusakan sementara tersebut masih dapat disesuaikan setelah verifikasi lapangan rampung.
Proses verifikasi menjadi penting untuk memastikan kondisi rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang terdampak. Hasilnya akan menentukan kebutuhan rekonstruksi di setiap kawasan.
Pembiayaan Rumah Masuk Agenda Pemulihan
Pemerintah merancang Dana Milagro sebagai lembaga khusus yang akan mengondisikan proses rekonstruksi. Model ini disebut mengadopsi Dana Forec, yang sebelumnya digunakan saat pemulihan gempa Sabuk Kopi pada 1999.
Industri konstruksi, perbankan, asuransi, dan pemerintah daerah direncanakan terlibat dalam program tersebut. Keterlibatan lintas sektor ditujukan untuk menangani kerusakan pemukiman dan infrastruktur secara bersama-sama.
Perbankan juga diminta menurunkan suku bunga kredit pembiayaan rumah bagi warga terdampak. Langkah itu disiapkan untuk mendukung pemulihan tempat tinggal yang rusak akibat gempa.
Risiko Longsor Menjadi Perhatian
Kolombia berada di jalur Cincin Api Pasifik serta zona subduksi Lempeng Nazca di bawah Lempeng Amerika Selatan. Posisi geologis itu membuat negara tersebut rentan terhadap aktivitas seismik.
Gempa sedang hingga besar di kawasan itu dapat memicu longsor dan kerusakan struktur dalam cakupan luas. Penanganan di Choco karena itu tidak hanya bertumpu pada nilai kerugian, melainkan juga pemulihan kawasan paling terdampak.






